Pemerintah Beri Marjin Besar Bangun SPBU di Daerah Terpencil

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 24 Nov 2016 10:51 WIB
spbubbm satu harga
Pemerintah Beri Marjin Besar Bangun SPBU di Daerah Terpencil
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berjanji akan meberikan marjin atau keuntungan yang pantas dan ekonomis kepada investor Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Premium Minyak Solar (APMS) jika membangun di daerah terpencil.

Kepastian itu seperti dikatakan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja. Saat ini, lanjutnya, marjin untuk penjualan BBM jenis premium dan solar di seluruh Indonesia hampir sama rata sedangkan volume penjualan di tiap daerah berbeda-beda.

"Marjinnya akan dibuat lebih ekonomis dan nyaman berinvestasi. Sekarang kan marjinnya hampir sama. Jadi nanti akan berbeda-beda marjinnya," kata Wirat, di Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, seperti yang diberitakan Rabu (23/11/2016) malam.

Baca: Kebijakan BBM Satu Harga Diberlakukan Januari 2017

Wirat menjelaskan, nantinya konsep itu akan dirumuskan bersama dengan badan usaha terkait penjualan premium dan solar di daerah terpencil yang volume penjualannya kurang dan daerah perkotaan yang memang volume penjualannya besar.

"Marjinnya tentu nanti ditata, umumnya nanti marjinnya berbeda-beda untuk daerah terpencil, yang volume penjualannya sedkit marjinnya akan lebih besar. Yang volume besar marjinnya lebih kecil," jelas Wirat.

Dengan demikian, ia meyakini, akan banyak investor yang mau memmbangun SPBU dan APMS di daerah terpencil. Sehingga BBM satu harga di seluruh Indonesia akan terealisasi. "Sehingga investor yang ingin bangun SPBU kecil dan APS dapat keekonomian yang cukup menarik," ujar Wirat.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Bambang mengatakan, Pertamina akan melakukan penyesuaian marjin terhadap penjualan harga BBM untuk daerah remote dan memiliki omzet kecil. Pertamina bersedia memberikan margin lebih untuk para penyalur yang menjual BBM di daerah tersebut.

Baca: Pertamina Ajak Swasta Wujudkan BBM Satu Harga

"Itu untuk daerah remote yang omzetnya sangat kecil. Itu pertamina memberikan margin lebih," kata Achmad Bambang.

Pria yang hangat disapa Abe ini menuturkan, selama ini Pertamina memberikan marjin sebesar Rp240 per liter kepada penyalur. Tapi, demi terciptanya BBM satu harga khususnya di daerah remote maka Pertamina meningkatkan marjin bagi penyalur mencapai Rp1.100 per liter.

Baca: Fadli Zon Kritisi Kebijakan BBM Satu Harga di Papua

"Ini akan disesuaikan secara ekonomi. Marjinnya Rp1.100 per liter. Ini tergantung berapa bangun disana dan omzet berapa," pungkas dia.

 


(ABD)