2021 Blok Rokan Habis Kontrak, Pemerintah Minta Tetap Jaga Produksi

Annisa ayu artanti    •    Senin, 19 Jun 2017 16:15 WIB
pertamina
2021 Blok Rokan Habis Kontrak, Pemerintah Minta Tetap Jaga Produksi
Menteri ESDM Arcandra Tahar. MI/PANCA SYURKANI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menyatakan produksi migas di Blok Rokan tidak boleh turun meskipun kontrak PT Chevron Pacifik Indonesia akan habis pada 2021.

Siapapun yang menjadi pengelola Blok Rokan setelah 2021 harus menjaga produksi dan memberikan bagi hasil yang lebih baik kepada pemerintah.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, untuk kontrak-kontrak yang akan habis, termasuk juga Blok Rokan, pemerintah akan melakukan evaluasi terlebih dulu terkait pengelola blok migas berikutnya.

Kontraktor yang mengelola blok tersebut nantinya, diharapkan dapat tetap mempertahankan produksi. Selain itu, kontraktor itu harus tetap mampu memberikan bagi hasil yang lebih menguntungkan Pemerintah.

Lebih lanjut Arcandra menjelaskan, mengenai perpanjangan kontrak Blok Rokan setelah 2021 dan blok baru, Pemerintah Daerah (Pemda) berhak mendapatkan Participating Interest (PI) 10 persen. Oleh karena itu, dia berharap agar Pemda pun menyiapkan diri.

"Apa yang harus dipersiapkan Pemda? Diharapkan nanti ke depannya, perda-perda yang menghambat operasi (migas) jangan diterbitkan. Kedua, BUMD ikut aktif mengurus izin-izin daerah sehingga saling menguntungkan antara kontraktor dan BUMD," kata Arcandra seperti dikutip dari laman Ditjen Migas, Jakarta, Senin 19 Juni 2017.

Lalu, terkait pengelolaan Blok Rokan ini, pihak pemerintah mengungkapkan telah dua kali memanggil PT Chevron dan meminta agar segera memberikan kepastian perpanjangan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, kontraktor dapat mengajukan perpanjangan kontrak kerja sama paling lambat dua tahun sebelum kontrak berakhir.

Namun demikian, Pemerintah berharap Chevron dapat memberikan kepastian lebih cepat agar pemerintah memiliki waktu untuk mengevaluasi blok yang kontraknya akan habis empat tahun lagi tersebut.

Sekadar informasi, PT Chevron telah mengelola Blok Rokan sejak 1971 dengan luas wilayah 6.264 kilometer (km) persegi. Blok Rokan merupakan salah satu penyumbang produksi minyak terbesar di Indonesia.


(SAW)