Program 35 Ribu MW Terealisasi, tak Masalah Ibu Kota Pindah

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Jul 2017 19:00 WIB
proyek 35.000 mw
Program 35 Ribu MW Terealisasi, tak Masalah Ibu Kota Pindah
Illustrasi. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan jika program kelistrikan 35 ribu megawatt (mw) dapat terealisasi sempurna jika ibu kota negara dipindah.

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Sommeng. Ia mengatakan jika program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo ini teralisasi maka akan ada tambahan daya listrik dalam jumlah besar. Saat ini kapasitas terpasang sekitar 60 ribu mw. Dengan tambahan 35 ribu MW, kapasitas terpasang di Indonesia mencapai 90 ribu mw.

"Mau ke mana saja bisa (ibu kota dipindahkan). Itu besar loh, kalau 35 ribu tambah sekarang? 90 ribu mw. Kan besar banget," kata Andy di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Andy menjelaskan, saat ini rasio elektrifikasi sudah mencapai 92,2 persen. Lalu, dengan penambahan 35 ribu mw elektrifikasi Indonesia akan mencapai 99 persen. Artinya, seluruh Indonesia sudah terlistriki dan tidak ada hambatan jika ibu kota dipindahkan.

baca : Pemindahan Ibu Kota demi Pemerataan

"Rasio elektrifikasi kita kan masih 92,2 persen kalau sampai 100 persen, kemudian 35 ribu mw, semua terpenuhi," ucap dia.

"Jadi mau pindah ke mana pun listrik itu ada, jadi kita mikirnya logika sederhana, mau di pucuk Papua listrik tersedia," imbuh dia.

Namun, dalam pemindahan ibu kota yang perlu diperhatikan dan disediakan adalah jaringannya. Perlu jaringan distribusi yang memadai untuk menyalurkan listrik ke penjuru daerah.

"Mungkin distribusinya transmisinya. Kalau tambah 35 ribu MW tambah 90 ribu mw itu besar sekali," pungkas dia.

 


(SAW)