Usaha Pemerintah Tarik Investor Hulu Migas Belum Maksimal

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 17 May 2017 17:33 WIB
migas
Usaha Pemerintah Tarik Investor Hulu Migas Belum Maksimal
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Usaha pemerintah dalam meningkatkan daya tarik industri di hulu minyak dan gas (migas) dinilai belum maksimal. Pada 2016, investasi hulu migas mengalami penurunan sebesar 27 persen dibandingkan 2015 yang mencapai USD15,35 miliar.

President Indonesia Petroleum Association (IPA) Christina Verchere menyebutkan ada beberapa komponen yang penting untuk membuat industri hulu migas Indonesia lebih atraktif. Pertama adalah pemangkasan administrasi agar menciptakan efisiensi.

"Salah satunya adalah efisiensi, ada efisiensi dan biaya berbasis industri, tapi ada juga efisiensi sistem regulasi," kata Christina, dalam acara IPA Convex ke-41, JCC, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Kedua, lanjut dia, mengenai split antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan pemerintah. Menurutnya, perlu ada diskusi mendalam lagi mengenai split tersebut. IPA masih meminta split yang lebih spesifik berdasarkan proyek yang akan dikerjakan.

"Komponen kedua atau ketiga adalah tentang perpecahan, perpecahan antara investor dan pemerintah," jelas dia.

Ketiga, Christine menambahkan, perlu ada kebijakan fiskal tambahan yang menarik untuk industri hulu migas. Ia mengungkapkan supaya tidak ada pajak-pajak yang memberatkan kontraktor.

"Soal pajak bukan hanya menjadi tanggung jawab Menteri Energi," pungkas dia.


(AHL)