Kerja Sama dengan Iran di Sektor Migas Diharapkan Meningkat

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 09 Mar 2018 14:33 WIB
berita dpr
Kerja Sama dengan Iran di Sektor Migas Diharapkan Meningkat
Anggota Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad. Foto: Dok. DPR

Jakarta: Anggota Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad berharap Indonesia dapat lebih meningkatkan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi (migas) dengan Iran. Iran disebut sebagai pasar yang cukup potensial.

“Saat ini memang sudah terjalin kerja sama antara Indonesia dengan Iran termasuk di bidang migas. Salah satunya dengan pembelian Elpiji dan gas dari Iran. Begitu pun dengan perusahaan-perusahaan Indonesia yang akan masuk ke Iran. Dengan total transaksi tidak lebih dari USD300 juta. Namun sebenarnya hal tersebut bisa lebih  ditingkatkan lagi, menurut saya potensinya bisa lebih dari USD2-USD3 miliar per tahunnya,” ujar Fadel melalui siaran pers, Jumat, 9 Maret 2018.

Ia menyebutkan Iran merupakan pasar baru yang cukup potensial bagi Indonesia. Hal tersebut juga pernah disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution saat melakukan kunjungan kerja ke Iran bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan, beberapa waktu lalu.

Sayangnya, hal tersebut belum dilaksanakan seutuhnya oleh pemerintah Indonesia. Presiden Joko Widodo masih khawatir dengan sanksi ekonomi yang diberikan Amerika Serikat terhadap Iran. Sehingga seluruh transaksi ke Iran terlebih dahulu harus melalui Dubai atau Turki.

“Pemerintah sudah mensiasati dengan bank-bank yang ada di Indonesia, seperti BJB (Bank Jawa Barat-red) dan beberapa bank yang ada lainnya. Sementara Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum berani mengambil langkah. Kondisi inilah yang membuat Indonesia sulit meningkatkan kerja sama dengan Iran, meskipun merupakan market baru untuk Indonesia,” paparnya.

Hal yang berbeda justru terjadi pada negara tetangga Indonesia yakni Malaysia dan Thailand. Transaksi bisnis kedua negara tetangga Indonesia itu dengan Iran jauh di atas Indonesia. Bahkan kedua negara tersebut sudah mampu membuka direct flight (penerbangan langsung) dari negaranya ke Teheran (Iran). Sementara Indonesia belum ada penerbangan langsung ke Iran.

Melihat kondisi demikian, Delegasi Parlemen Iran yang dipimpin Mahmoud Sadeghi berharap agar Indonesia mau meningkatkan hubungan kerja sama dengan negaranya. Tidak hanya di sektor migas, melainkan juga di sektor pariwisata. Salah satunya dengan membuka penerbangan langsung dari Indonesia ke Teheran. Dengan demikian akan banyak wisatawan dari Indonesia yang mengunjungi negara tersebut, misalnya dengan memasukkan kunjungan ke Teheran dalam rangkaian perjalanan ibadah umrah. 


(ROS)


Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

3 hours Ago

Pengalihan komando Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam kepa…

BERITA LAINNYA