Presiden Resmikan 4 Proyek Pembangkit Listrik Senilai Rp100 Triliun di Banten

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 05 Oct 2017 17:04 WIB
plnproyek pltu
Presiden Resmikan 4 Proyek Pembangkit Listrik Senilai Rp100 Triliun di Banten
Presiden Resmikan 4 Proyek? Pembangkit Listrik Senilai Rp100 Triliun di Banten. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Banten: Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir resmi melakukan groundbreaking tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) IPP di Banten dengan total kapasitas mencapai 4.000 megawatt (mw) dan juga meresmikan beroperasinya PLTU Banten kapasitas 660 mw.

Proses groundbreaking dan peresmian PLTU IPP ini bertempat di Desa Terate, Kecamatan Kerawatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Langkah ini merupakan dukungan nyata pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Banten, di mana nantinya listrik yang dihasilkan akan mendorong kehandalan sistem Jawa-Bali.

Presiden Jokowi mengatakan, adanya investasi, baik pabrik dan pembangkit listrik akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya listrik bagi anak-anak, agar bisa belajar di malam hari. Makanya masalah listrik ini perlu menjadi perhatian khusus, khususnya aliran listrik untuk daerah Indonesia Timur.

"Dengan mengucapkan Basmalah, saya nyatakan pembangunan PLTU IPP Jawa 7 dimulai dan PLTU IPP Banten saya nyatakan diresmikan. Terima kasih saya tutup Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," ungkap Jokowi di lokasi PLTU IPP Jawa 7, Banten, Jawa Barat, Kamis 5 Oktober 2017.

Baca: PLN Lakukan Groundbreaking 4 PLTU di Banten Besok

Adapun dari empat proyek, nilai investasi mencapai Rp101 triliun atau digenapkan Rp100 triliun. Sebagai rincian, PLTU IPP Jawa 7 kapasitasnya 2x1000 mw, bernilai investasi Rp35 triliun. PLTU IPP Jawa 7 dikembangkan oleh konsorsium Shenhua Guohua dan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi, ditargetkan rampung pada April 2020. Melalui skema power purchasing agreement, PLN membeli listrik dengan harga USD4,2 cent per kwh.

Selanjutnya, PLTU IPP Jawa 9-10, dibangun sebagai tambahan pembangkit untuk sistem Jawa Bali. Kapasitasnya sebesar 2.000 mw. Pembangunan PLTU Jawa 9-10 ini merupakan perluasan dari PLTU Suralaya 1 sampai 8 yang memiliki kapasitas sebesar 4.000 mw.

Pembangkit listrik ini juga menggunakan mesin ultra super critical. Total nilai investasi untuk Suralaya 9-10 ini mencapai Rp46 triliun yang merupakan proyek konsorsium dari PT Indonesia Power 51 persen dan Barito Wahana Lestari 49 persen.

Sementara PLTU IPP Banten kapasitasnya 1x660 mw bernilai investasi Rp18 triliun. Letaknya di Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. PLTU ini sudah beroperasi sejak pertengahan 2017.

Jokowi pun memastikan keberlangsungan pembangunan Coal Terminal yang diperuntukkan mendukung kelistrikan di Banten. Proyek ini merupakan perusahaan patungan antara anak perusahaan PLN yaitu PT PLN Batubara dengan Gama Coorp yang nilai investasinya sekira Rp2 triliun, berdaya tampung hingga 20 juta ton batu bara.


(AHL)