PHE Sudah Terima SK Kelola Blok Tuban dan Ogan Komering

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 07 Feb 2018 20:21 WIB
pertamina
PHE Sudah Terima SK Kelola Blok Tuban dan Ogan Komering
Pertamina. (Ant/Andika Wahyu).

Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengaku sudah menerima Surat Keputusan (SK) untuk mengelola kembali dua blok yang akan habis masa kontraknya (terminasi) yaitu blok Ogan Komering dan blok Tuban.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) R Gunung Sardjono Hadi mengatakan, dari delapan blok terminasi yang ditugaskan kepada PT Pertamina (Persero), lima diantaranya akan dikelola PHE. Namun, yang sudah pasti baru dua blok. "Kalau yang Ogan Komering sama Tuban sudah tadi pagi dapat kabar," kata Gunung di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018.

Ia menjelaskan, dua blok tersebut merupakan blok yang dikelola oleh PHE melalui Joint Operation Body (JOB) Pertamina-PetroChina East Java dan JOB Pertamina-Talisman. Sementara itu untuk blok South East Sumatera (SES) yang saat ini dikelola juga oleh PHE, ia menuturkan belum menerima SK-nya. "Iya kan dulu PHE operatornya SES secara resmi belum (terima SK)," ucap dia.

Mengenai blok terminasi ini, lanjut Gunung, yang menjadi fokus dan perhatian Pertamina adalah menjaga produksi dan tenaga kerja. Seluruh tenaga kerja atau sumber daya manusia yang bekerja di blok terminasi dipastikan aman. "Kalau delapan wilayah kerja seluruhnya ke pertamina. Kalau kata direktur operasi sudah sosialiasi kesiapan Ogan Komering dan Tuban. Kita bentuk tim gugus dan ruangannya juga untuk sama-sama supaya spirit produksi tidak turun. Masalah ke SDM juga aman," jelas dia.

Untuk produksi pada blok Ogan Komering dan Tuban, Gunung mengatakan sudah melebihi target. Blok Ogan mencatatkan produksi sebesar 2.300 barel per hari atau 117 persen dari target awal. Sementara untuk blok Tuban telah berproduksi sebesar 8.000 barel per hari sampai 10.000 barel per hari.

Ia juga menambahkan, untuk blok terminasi PHE juga sudah mengalokasikan anggaran supaya produksi tidak anjlok. PHE pun tetap membuka peluang mitra untuk masuk ke blok terminasi yang telah diserahkan tersebut. PHE sudah membicarakan peluang mitra itu kepada Pertamina sebagai induk usaha. "Ini kita lagi lihat kalau dari partner existing tertarik, sekarang masalah kemitraaan ini keputusan di pertamina karena dilihat tingkat yang lebih strategis, tetapi kami juga berikan rekomendasi yang mana yang perlu partnership dan tidak," imbuh dia.

Seperti diketahui, tahun ini PHE mengalokasikan investasi senilai USD537 juta dengan produksi minyak sebesar 71.552 barel per hari dan produksi gas sebesar 776 MMSCFD.



(SAW)