Legislator Pesimistis Negosiasi Pemerintah-Freeport Selesai Tiga Bulan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 11 Oct 2017 16:15 WIB
freeport
Legislator Pesimistis Negosiasi Pemerintah-Freeport Selesai Tiga  Bulan
Fadel Muhhamad. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi VII DPR-RI, Fadel Muhammad pesimistis negosiasi antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia terkait divestasi secepatnya meskipun pemerintah telah memperpanjang waktu negosiasi hingga Januari 2018.

Ia mengatakan, dalam rapat dengar pendapat yang dilakukan pada 9 Oktober kemarin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignsius Jonan mengatakan telah memperpanjang, Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sementara Freeport Indonesia. Perpanjangan ini diberikan untuk memuluskan proses negosiasi yang tengah berjalan.

"Waktu kemarin rapat dengan Menteri ESDM, (negosiasi) diperpanjang tiga bulan, diharapkan tiga bulan ada penyelsaian," kata Fadel dalam diskusi di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu 11 Oktober 2017.

Fadel menuturkan, negosiasi yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga ini sulit dicapai karena menyangkut keuntungan dan keuangan perusahaan tambang tersebut.

"Tapi saya pesimtis karena bicara keuntungan dan uang tidak mudah, bisnis yang kecil saja sulit apalagi ini perusahaan raksasa," ucap dia.

Sebelumnya, Jonan menyatakan memperpanjang status Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sementara PT Freeport Indonesia. 

Semula, IUPK sementara diberikan sejak 10 Februari sampai 10 Oktober 2017. Saat ini IUPK sementara diperpanjang kembali sampai tiga bulan ke depan.

"IUPK jatuh (selesai) 10 Oktober, kita akan kasih tiga bulan saja," kata Jonan beberapa waktu lalu di DPR.

Dalam waktu tiga bulan tersebut, pemerintah akan menyelesaikan negosiasi mengenai mekanisme divestasi 51 persen. Jonan yakin negosiasi bakal rampung tiga bulan kedepan.

"51 persen itu kapan divestasinya, jadwalnya bagaimana, harganya berapa. Pasti tiga bulan saja," imbuh Jonan.


(SAW)