Usulan ICP Meningkat Kerek Usulan Subsidi Listrik RAPBN 2019

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 06 Jun 2018 19:27 WIB
subsidi bbm
Usulan ICP Meningkat Kerek Usulan Subsidi Listrik RAPBN 2019
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (MI/Panca Syurkani).

Jakarta: Pemerintah mengusulkan alokasi subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 meningkat dari APBN 2018 sebesar Rp52,66 triliun menjadi sekitar Rp53,96 triliun sampai Rp58,89 triliun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan usulan itu dikeluarkan dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yakni berkisar 5,4 sampai 5,8 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar sekitar Rp13.700 sampai Rp14.000 per USD serta Indonesia Crude Price (ICP) sekitar USD60 sampai USD70 per barel.

"Untuk RAPBN 2019 kami mengusulkan Rp53-Rp58 triliun," kata Jonan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Jonan menjelaskan, pemerintah telah merencanakan kebijakan subsidi listrik di 2019. Pertama, memberi subsidi bagi seluruh pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan rumah tangga miskin dan rentan miskin  daya 900 VA dengan mengacu Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (DTPPFM).

Kedua, meningkatkan rasio elektrifikasi secara nasional dan mengacu disparitas antar wilayah. Ketiga, meningkatkan efisiensi penyedia tenaga listrik antara lain melalui pengurangan pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM). Keempat, peningkatan porsi pemakaian energi baru terbarukan dalam bauran energi pembangkit tenaga listrik.

Seperti diketahui, hingga Mei 2018 subsidi listrik baru yang baru terealisasi sekitar USD18,92. Angka ini masih lebih rendah dari jumlah subsidi yang tercantum dalam APBN 2018 sebesar Rp52,66 triliun


(SAW)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

18 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA