Soal Penerimaan Subsidi Listrik, Banggar Jadikan Data BPS dan TNP2K sebagai Acuan

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 20 Sep 2016 14:44 WIB
berita dpr
Soal Penerimaan Subsidi Listrik, Banggar Jadikan Data BPS dan TNP2K sebagai Acuan
(Foto:Antara/Hendra Nurdiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Badan Pusat Statistik (BPS) dipercaya Badan Anggaran (Banggar) DPR sebagai data acuan terkait jumlah masyarakat miskin yang menerima subsidi listrik.

Hal itu diputuskan oleh pemimpin rapat Wakil Ketua Banggar DPR Said Abdullah, dalam rapat rapat panja subsidi listrik dan gas elpiji 3 kilogram (kg) dengan pemerintah.

"Data dari TNP2K dan BPS dijadikan sebagai acuan. Apakah semuanya setuju?" ujar Said sembari mengetuk palu untuk disahkan di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016). Para anggota yang hadir menjawab, "Setuju."

Kehadiran BPS dan TNP2K pada rapat kali ini memberikan pencerahan terkait konsumen menengah ke bawah yang menerima subsidi listrik R-1 450 volt ampere (VA) dan R-1 900 VA. Sebab, pada rapat sebelumnya, pihak PLN tidak bisa memberikan data secara akurat sesuai permintaan Banggar.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widiayanto memaparkan, jumlah konsumen dengan tarif R-1 450 VA mencapai 22,8 juta pelanggan. Sementara, jumlah konsumen dengan tarif R-1 900 VA mencapai 22,3 juta pelanggan. Total konsumen secara keseluruhan mencapai 45,1 juta pelanggan.

Namun setelah ada pencocokan data oleh TNP2K dengan PLN, penerima subsidi listrik untuk rumah tangga 450 VA tercatat 22,8 juta dan 900 VA tercatat 4,05 juta. Total penerima subsidi menjadi 26,85 juta.

"Dari 26,85 juta, jumlah penerima subsidi turun sekitar 18 juta setelah PLN dan TNP2K turun ke lapangan untuk melakukan pencocokan data Januari-Maret 2016. Data juga diperoleh dari BPS melalui pencacahan ke masing-masing rumah tangga tidak mampu, bukan melalui sampling," paparnya.

Bambang kembali meluruskan bahwa masih banyak kelompok kaya yang menerima subsidi dalam porsi besar dibandingkan kelompok miskin. Berdasarkan hasil penelitian oleh timnya, rumah tangga yang menerima subsidi 450 VA sebesar Rp66 ribu per bulan. Sedangkan, total penerima subsidi rumah tangga 900 VA sebesar Rp101 ribu per bulan.

"Untuk 450 VA, harga jual PLN Rp416 per kWH dengan besar subsidi Rp984 per kWH. Untuk 900 VA, harga jual PLN Rp585 per kWH dengan besaran subsidi Rp815 per kWH," jelas Bambang.

Pada rapat sebelumnya, pihak PLN tidak bisa memberikan data secara rinci mengenai jumlah besaran subsidi yang diterima oleh kelompok kaya dan kelompok miskin. Namun, setelah Banggar memutuskan memercayai data BPS dan TNP2K pada hari ini, belum ada keputusan final terkait berapa total subsidi yang layak diterima kelompok miskin.


(ROS)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA