Monopoli Avtur, Jokowi Bakal Panggil Pertamina

Suci Sedya Utami, Rudy Polycarpus    •    Selasa, 12 Feb 2019 08:38 WIB
Avtur
Monopoli Avtur, Jokowi Bakal Panggil Pertamina
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Lis Pratiwi.

Jakarta: Presiden Joko Widodo akan memanggil Direktur PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati terkait permasalahan tingginya harga avtur.

Jokowi mengatakan harga yang tinggi disebabkan karena monopoli penjualan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Ia mengatakan harga avtur sangat memengaruhi biaya penerbangan dan berimbas pada harga tiket pesawat.

"Karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari biaya yang ada di tiket pesawat. Besok (Selasa) saya panggil saja (Pertamina)," kata Jokowi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin malam, 11 Februari 2019.

Jokowi mengaku baru mengetahui bahwa Pertamina menonopoli harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta. Ia mengatakan harga avtur saat ini cukup mengganggu para pengusaha. Kondisi itu juga dianggap tidak tepat di tengah upaya pemerintah menggenjot sektor pariwisata.

"Saya baru tahu mengenai avtur yang dijual di Soetta ternyata dimonopoli Pertamina sendiri. Karena memang ini mengganggu sekali," tandasnya.

Sementara, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan penaikan harga tiket pesawat membuat okupasi hotel berbintang menurun hingga 40 persen pada awal tahun ini.

"Pertamina tidak boleh memonopoli penjualan avtur. Harus ada perusahaan lain yang menjual avtur," ujar Hariyadi.

Akibat avtur dimonopoli Pertamina, sambung Hariyadi, maskapai menaikkan harga tiket pesawat. Ia juga menyebut Garuda Indonesia dan Lion Air terindikasi melakukan praktik kartel dalam penetapan harga tiket.

"Praktik dari Garuda dan lain-lain ini sudah mengarah ke kartel, karena tinggal berdua. Ini yang menurut pandangan kami adalah persaingan yang tidak sehat," tandas Hariyadi.

 


(SCI)