Terobosan Jokowi Kurangi Impor BBM di Masa Depan

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 13 Feb 2019 21:01 WIB
bbm
Terobosan Jokowi Kurangi Impor BBM di Masa Depan
Illustrasi. Dok : Pertamina.

Jakarta: Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah dan dalam bentuk produk (BBM) memang tidak bisa terelakkan. Produksi nasional masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Berbagai kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo untuk mengurangi impor terus dilakukan dan masih akan berlanjut. Deputi I Kantor Staf Presiden, Darmawan Prasodjo memastikan Presiden Jokowi sudah memiliki strategi untuk mengurangi hal tersebut.

"Tentu ada strategi bagaimana mengubah energi yang berbasis impor menjadi energi yang berbasis pada domestik," kata Darmawan dalam sebuah diskusi di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Februari 2019.

Darmawan mengatakan Jokowi telah menerapkan kebijakan pencampuran bahan bakar nabati (BBN) berupa minyak sawit dengan solar atau biodiesel dengan kadar 20 persen (B20). Kebijakan ini, kata dia, akan terus dilanjurkan.

Selain itu, kata Darmawan, saat ini pemerintah juga tengah merancang aturan mengenai kendaraan listrik. Ia bilang kendaraan listrik diyakini bisa menggantikan mobil berbahan bakar minyak sehingga dampaknya pada pengurangan impor.

Ia menggambarkan bila dalam jarak 10 kilometer membutuhkan bensin satu liter. Maka dengan menggunakan listrik hanya butuh energi sebesar 2,2 Kwh.

"Sehingga biaya per KM hanya sepertiga saja kalau pakai listrik. Kalau BBM impor, kalau listrik kita sudah produksi di dalam negeri. Jadi di sini kita lihat ada rancangan secara komperhensif bagaimana mengubah energi yang masih berbasis impor menjadi energi berbasis kekuatan domestik," jelas dia.





(SAW)