Strategi Tekan Cost Recovery di Blok Rokan hingga USD1 Miliar

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 10 Aug 2018 17:58 WIB
cost recoveryBlok Rokan
Strategi Tekan <i>Cost Recovery</i> di Blok Rokan hingga USD1 Miliar
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencoba mencari cara untuk menekan biaya operasi di sektor migas yang dibebankan negara atau cost recovery. Hal itu dilakukan menyusul adanya keluhan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang menyoroti besarnya beban biaya tersebut.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengaku terdapat cara guna menekan biaya operasional tersebut yang salah satunya untuk Blok Rokan, Riau, hingga USD800 juta-USD1 miliar. Dia bilang besarnya cost recovery di Blok Rokan disebabkan oleh cara pembersihan tanah terkontaminasi minyak (TTM) di blok tersebut.

Arcandra menjelaskan pada 2017 ada sebagian tahah di blok tersebut yang terkontaminasi oleh minyak sehingga harus dibersihkan dengan cara dibawa ke tempat pengolahan limbah di Cibinong. Untuk mengirimkan tanah tersebut dari Riau ke Cibinong memerlukan biaya yang tidak sedikit yang dihitung sebagai cost recovery.



"Sebagian besar tanah harus dibawa ke Cibinong dan ada cost difference USD800 juta-USD1 miliar, itu kenapa bikin cost recovery (bengkak)," kata Arcandra, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018.

Arcandra mengatakan mulai tahun depan pembersihan tanah yang terkontaminasi minyak akan dilakukan di Riau tanpa harus memindahkan ke Cibinong sehingga tidak memakan biaya operasional. "Ini sudah setuju dan ditaruh di dekat Rokan. Enggak harus ke Cibinong," jelas dia.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sebelumnya meminta kontraktor agar lebih efisien dalam mengelola industri hulu migas sehingga bisa membiat cost recovery lebih rendah.

Sebagai informasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 alokasi cost recovery disiapkan sebesar USD10,39 miliar. Sementara SKK Migas memperkirakan hingga akhir tahun cost recovery bisa mencapai USD11,34 miliar. Adapun realisasinya hingga semester I mencapai USD5,2 miliar atau sekitar 51 persen dari pagu yang dianggarkan.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA