Pertamina tak Khawatir Swasta Pasok Avtur ke Bandara RI

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 12 Jul 2018 20:03 WIB
pertaminaAvtur
Pertamina tak Khawatir Swasta Pasok Avtur ke Bandara RI
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Tasikmalaya: PT Pertamina (Persero) tidak masalah disebut memonopoli penyediaan pasokan bahan bakar avtur ke bandar udara (bandara) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sebutan memonopoli karena memang pesaing pemasok avtur tidak banyak sehingga Pertamina memegang peran mayoritas.

"Suplier kan mungkin enggak banyak, sama lah seperti BBM juga seperti itu ya enggak ada yang salah kan dari statement itu," kata Nicke pada Medcom.id di Tasikmalaya, Kamis, 12 Juli 2018.

Nicke mengatakan pihaknya pun tidak keberatan dengan keputusan Kemenhub yang membuka peluang bagi perusahaan swasta untuk memasok bahan bakar avtur ke bandara.

"Yang membuat regulasi itu pemerintah. Kalau kita adalah perusahaan yang bisnisnya adalah suplai, ya kita jalankan, enggak apa-apa terbuka saja kalau ada yang mau jual avtur," tutur Nicke.

Lebih lanjut mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN pun tidak takut apabila dengan dibuka peluang swasta memasok avtur akan berdampak bagi pendapatan Pertamina ke depannya mengingat akan banyak pesaing mengingat di sisi lain banyak bandara baru yang dibangun sehingga lahan jualan juga makin luas jika ada persaingan.

"Jenis-jenis airport kan berbeda-beda, ada yang besar ada yang harus sampai ke penerbangan perintis, selama ini Pertamina menyuplai semua, nanti juga ada airport-airport baru," tandas dia.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya membuka pintu yang seluas-luasnya bagi perusahaan swasta bisa memasok bahan bakar avtur ke bandar‎ udara (bandara) yang sedang dibangun di Indonesia. Selama ini, hanya PT Pertamina (Persero) yang bisa memasok avtur ke bandara.

"Jadi kita sudah bebaskan, minyak ini tidak boleh monopoli oleh Pertamina maka kita berikan kesempatan swasta untuk berpartisipas‎i," kata ‎Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso.

Dengan masuknya swasta, dia mengharapkan bisa membuat harga avtur di Indonesia bisa lebih kompetitif dan baik. Sehingga tidak tinggi seperti yang ada saat ini.

Dia menegaskan harga avtur di Indonesia lebih mahal bila dibanding dengan pasar internasional. Adanya keadaan itu, maka banyak maskapai yang melontarkan keluhan kepada Kemenhub.

 


(AHL)


Polda Perketat Pintu Masuk Bali

Polda Perketat Pintu Masuk Bali

18 minutes Ago

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan lainnya seperti aksi demo saat IMF-WB berlangsung, polis…

BERITA LAINNYA