Apindo: Investasi Migas Merosot, Jangan Melulu Salahkan Harga Minyak

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 18 May 2017 13:17 WIB
migas
Apindo: Investasi Migas Merosot, Jangan Melulu Salahkan Harga Minyak
Illustrasi. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf.

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai seharusnya pemerintah tidak terus menyalahkan harga minyak rendah sebagai kendala terbesar dalam menarik minat investasi hulu migas. Pasalnya, negara lain dinilai bisa bertahan dan maju mengembangkan industri tersebut.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, salah satu negara yang memiliki reformasi kebijakan sektor hulu migas yang bagus saat ini adalah Meksiko. Meksiko melakukan reformasi kebijakan lebih dari 75 persen untuk meningkatkan minat investor.

"Kementerian energi di Meksiko itu dapat melakukan reformasi lebih dari 75 persen dari investasi mereka. Jadi kalau menteri kita mengatakan bahwa kondisi ini investasi sangat rendash karena dampak dari harga minyak, saya kira ini tidak betul," kata Hariyadi di acara IPA Convex ke-41 di JCC, Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

Menurutnya, beberapa kebijakan yang dikeluarkan saat ini juga belum terlalu kuat untuk mendorong minat investasi. Bahkan ia menyebut, meskipun sudah beganti tiga Menteri ESDM, tidak ada kebijakan yang benar-benar dapat mendongkrak minat tersebut. Sebab, kebijakan yang diterbitkan sekarang hanya berlaku pada pemerintahan saat ini.

"Karena term ini sampai 2019," ujar dia.

Belum lagi, lanjut Hariyadi, di Indonesia terlalu banyak pihak yang memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari setiap reformasi kebijakan. Hal tersebut juga menjadi kendala besar di republik ini.

"Kita tahu bahwa ada isu politik, ada pihak? yang selalu ingin dapat keuntungan dari perubahan yang terjadi di sektor ini," ungkap dia.

Lalu, PSC Gross Split yang merupakan reformasi kebijakan kontrak bagi hasil yang baru juga dinilai tidak memberikan semangat bagi para investor. Ia mengungkapkan, kebanyakan investor hanya fokus kepada tingkat pengembalian investasi (Investment Rate of Return).

"Gross split, saya tidak merasa setelah berdiskusi mengenai hal ini dengan semua pemain, ini bukan sesuatu yang membuat kita bersemangat. Kita selalu berbicara mengenai IRR pengembalian yang cukup besar. Ini sepertinya tidak dipertimbangkan pemerintah," pungkas dia.


(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA