Kementerian BUMN Usul Dua Perwakilan BUMN Masuk ke Tim Divestasi Freeport

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Apr 2017 13:28 WIB
freeport
Kementerian BUMN Usul Dua Perwakilan BUMN Masuk ke Tim Divestasi Freeport
Staf Khusus Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (kanan). (FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS )

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan dua nama mewakili Kementerian BUMN untuk masuk dalam tim pembahasan divestasi PT Freeport Indonesia.

Staf Khusus Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, dua nama yang akan mengikuti setiap perkembangan dan negosiasi tentang divestasi Freeport tersebut adalah dirinya dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno.

"Kita sudah ajukan usulan, usulan nama untuk bentuk timnya dari BUMN wakilnya siapa saya sama Pak Harry, tapi peresmian pembentukannya belum," kata Budi saat ditemui di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Kamis 13 April 2017.




Budi menjelaskan, pembentukan tim ini memang belum resmi karena belum mengantongi Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM. Tetapi tim saat ini sedang menunggu SK tersebut.

"Timnya secara formal baru ajukan anggota timnya, tapi secara formal SK menteri belum keluar," ungkap dia.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 Freeport diwajibkan melakukan divestasi sebesar 51 persen setelah lima tahun sejak berproduksi. Namun hingga 50 tahun beroperasi, Freeport hanya mendivestasikan saham sebesar 9,36 persen.

Baca: Holding BUMN Pertambangan Paling Siap

Berangkat dari situ, ungkap Budi, BUMN siap mengambil alih divestasi itu. Apalagi saat ini BUMN telah menyiapkan holding BUMN pertambangan.

"Berdasarkan aturan kan PP Nomor 1, pemerintah daerah, tiga BUMN dan BUMN? daerah. Belum ditentukan siapa nanti yang akan ambil. Posisi Ibu Menteri (Rini Soemarno) kita ditugaskan kita siap. Tapi prioritas kita nomor tiga sesudah pemerintah dan pemda," ucap dia.

 


(AHL)