PLTB Sidrap Diresmikan Maret Minggu Kedua

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 10 Feb 2018 11:01 WIB
pembangkit listrikkementerian esdm
PLTB Sidrap Diresmikan Maret Minggu Kedua
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana. (FOTO: medcom.id/Eko Nordiansyah)

Makassar: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap I akan dilakukan pada minggu kedua Maret.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana menuturkan sejauh ini perkembangan pembangkit tersebut sesuai dengan rencana.

"PLTB Sidrap minggu kedua Maret," kata Rida di Makassar, Sabtu, 10 Februari 2018.

Ia mengatakan pembangunan fisik sudah selesai 100 persen. Hanya saja, sampai beberapa waktu lalu baru empat turbin yang tersambung ke listriknya PT PLN (Persero).

"Empat sudah diuji ke PLN. Empat ini sudah aman disalurkan, kalau ada jual beli bisa lah," ujar dia.

Sementara untuk yang lainnya sebanyak 26 turbin, Rida melanjutkan, masih membutuhkan pengujian beberapa tahap. Ia pun menargetkan semua kincir yang ada di PLTB tersebut bisa beroperasi pada akhir Februari.

"Ini harus satu satu diuji. Itu ada 30 tiang. Tiang genset dan baling-baling sudah berfungsi. Ada yang muternya sudah mengaliri listrik. Ada yang belum. Secara bertahap diuji masing-masing," jelas dia.

Seperti diketahui, PLTB Sidrap berlokasi di area perbukitan Desa Mattirosari dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang menghasilkan kecepatan angin sebesar 7 m/s dari ketinggian 80 meter.

Jumlah turbin yang dibangun total sejumlah 30 turbin, dimana masing plat berkapasitas 25 MW WTG pada menara baja setinggi 80 meter. Turbin yang digunakan adalah turbin angin Kelas IIA dengan panjang (jari-jari) baling-baling 57 meter, sehingga total tinggi pembangkit mencapai 137 meter.

Setelah PLTB Sidrap I beroperasi, maka kapasitas terpasang PLTB secara nasional bertambah menjadi 76,1 MW dari tahun lalu yang baru teroptimalkan sebesar 1,1 MW.


(AHL)