Jonan Minta Tambahan Rp1,2 Triliun untuk Subsidi Pasang Listrik

Husen Miftahudin    •    Kamis, 06 Sep 2018 20:32 WIB
kementerian esdmsubsidi listrik
Jonan Minta Tambahan Rp1,2 Triliun untuk Subsidi Pasang Listrik
Illustrasi (MI/Panca Syurkani).

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta tambahan anggaran untuk subsidi pemasangan listrik sebanyak Rp1,2 triliun pada tahun depan. Permintaan Jonan diungkapkan kala Kementerian ESDM mengadakan rapat kerja (raker) bersama Komisi VII DPR RI.

"Kami usulkan bahwa ada tambahan subsidi yang sudah kami diskusikan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebanyak Rp1,2 triliun," ujar Jonan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 September 2018.

Permintaan tambahan anggaran tersebut membuat pos anggaran subsidi listrik pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 naik menjadi Rp57,67 triliun. Selain subsidi pasang listrik, pos anggaran subsidi listrik tahun depan juga diisi oleh subsidi tarif yang diusulkan sebanyak Rp56,46 triliun.

Anggaran subsidi listrik tahun depan itu lebih besar ketimbang APBN 2018 sebanyak Rp47,66 triliun. Ini lantaran pada 2018 pemerintah tidak menganggarkan subsidi pasang listrik.

Adapun subsidi pasang listrik diberikan kepada rumah tangga tidak mampu dengan daya penyambungan 450 volt ampere (VA). Berdasarkan hitungan kasar, subsidi yang diberikan senilai Rp500 ribu per rumah tangga.

"Kira-kira dapat sambungan baru sebanyak 2,4 juta. Catatan-catatan kami ada sekitar 2,4 juta rumah tangga yang harus segera dipasang listriknya, tapi kemungkinan harus gratis sehingga saudara kita bisa menikmati listirk," beber dia.

Menurut Jonan, usulan anggaran pemasangan listrik berdaya 450 VA pada tahun depan lantaran masih banyak masyarakat yang tidak menikmati listrik hingga saat ini. Di wilayah Pulau Jawa pun, banyak rumah tangga yang belum mendapat aliran listrik.

"Di wilayah Jawa seperti di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, masih ada calon pelanggan listrik yang tidak mampu untuk menyambung listirk. Di DKI pun ada sekitar 35 ribu rumah tangga tidak ada listrik karena tidak mampu biaya penyambungan," tutup Jonan.


 


(SAW)