Kemenhub Buka Swasta Pasok Avtur ke Bandara di Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 10 Jul 2018 14:59 WIB
Avtur
Kemenhub Buka Swasta Pasok Avtur ke Bandara di Indonesia
Illustrasi. MI/Panca Syaukarni.

Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka pintu yang seluas-luasnya bagi perusahaan swasta bisa memasok bahan bakar avtur ke bandar‎ udara (bandara) yang sedang dibangun di Indonesia. Selama ini, hanya PT Pertamina (Persero) yang bisa memasok avtur ke bandara.

Pernyataan itu disampaikan oleh ‎Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso, ‎ditemui ‎dalam acara IDF 20‎18 di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

"Jadi kita sudah bebaskan, minyak ini tidak boleh monopoli oleh Pertamina maka kita berikan kesempatan swasta untuk berpartisipas‎i," kata Agus.

Dengan masuknya swasta, dia mengaku, maka diharapkan bisa membuat harga avtur di Indonesia bisa lebih kompetitif dan baik. Sehingga tidak tinggi seperti yang ada saat ini.

Dia menegaskan, harga avtur di Indonesia lebih mahal bila dibanding dengan pasar internasional. Adanya keadaan itu, maka banyak maskapai yang melontarkan keluhan kepada Kemenhub.

Pada saat harga avtur lebih tinggi bila dibanding internasional, lanjut dia, maka maskapai internasional lebih memilih Singapura menjadi hub masuk ke Indonesia, ketimbang langsung menuju salah satu destinasi yang ada di Indonesia.

"Dengan begitu, kita harapkan harga avtur bisa lebih kompetitif dan baik. Itu yang diharapkan," terang dia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sebelumnya mengakui harga avtur di Indonesia secara rata-rata lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara tetangga. Adanya hal itu membuat dirinya akan berbicara empat mata dengan Pertamina.

Pembicaraan dengan Pertamina ini karena avtur merupakan kunci efisiensi bagai maskapai, khususnya maskapai yang masuk dalam kategori perjalanan biaya murah. Hingga saat ini, Pertamina merupakan pemasok avtur di seluruh bandar udara (bandara) yang ada di Indonesia.

"Saya coba akan bicara dengan Pertamina kaitannya dengan harga avtur yang lebih mahal 20 persen dibandingkan internasional," ucap Budi.

Budi menyebutkan, jika dirinya mendapatkan amanat dari Presiden Jokowi untuk mengembangkan maskapai dalam mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke negeri Garuda. Salah satu yang bisa dikembangkan, dengan cara mengembangkan penerbangan dengan kategori murah.

Langkah yang akan dilakukan Budi, dengan cara mendorong maskapai biaya murah untuk ekspansi ke banyak bandara yang saat ini telah dibangun oleh Angkasa Pura maupun Kemenhub.‎

"Kami akan bahas insentif apa saja kaitannya soal LCC ini," jelas Budi.


(SAW)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

3 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA