PLTGU Senipah Selesai Tahap Financial Close

Annisa ayu artanti    •    Senin, 09 Oct 2017 12:54 WIB
pembangkit listrik tenaga gas uap (pltgu)
PLTGU Senipah Selesai Tahap <i>Financial Close</i>
Suasana financial close untuk ekspansi kapasitas listrik pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Senipah (Foto: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak usaha PT Toba Sejahtera Tbk, yang menjalankan bisnis ketenagalistrikan yaitu PT Kertanegara Energi Perkasa telah menyelesaikan financial close untuk ekspansi kapasitas listrik pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Senipah. Semula PLTGU Senipah berkapasitas 82 Megawatt (MW) dilakukan penambahan daya menjadi 117 MW.

Direktur Utama Toba Sejahtera Justarina S.M Naiborhu mengatakan, financial closing ekspansi PLTGU Senipah sebesar 35 MW tepat waktu dan sesuai dengan rencana. Setelah financial closing pada awal 2018 akan dimulai tahap konstruksi maka target operasi (Commercial on Date/COD) bisa terwujud di kuartal III-2019 atau September 2019.

"PLTG Senipah kita berhasil mencapai financial close one time untuk ekspansi menambah 35 Megawatt (MW)," kata Justarina, dalam sebuah konferensi pers, di Energy Building, Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Justarina menjelaskan, sebelumnya PLTGU Senipah berkapasitas 82 MW namun karena adanya peningkatan kebutuhan listrik di Kalimantan Timur maka Kertanegara Energi Perkasa melakukan ekspansi pembangkit sebanyak 35 MW menjadi 117 MW. PLTGU Senipah ini merupakan pembangkit yang masuk dalam proyek 35 ribu MW.

Direktur Keuangan Kertanegara Energi Perkasa Juli Oktarina menambahkan, dalam ekspansi pembangkit 35 MW itu, investasi yang dikeluarkan sebesar USD66 juta. Sumber dana dalam ekspansi PLTGU Senipah berasal dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) (BBNI) atau BNI. Sehingga total investasi untuk kapasitas 117 MW sebesar USD211 juta.

"Proyek IPP PLTGU Senipah saat ini dibiayai oleh BNI sebagai mandated lead arranger & book runner, yang direncanakan akan bersindikasi dengan BRI," kata Juli.

Selama ini, lanjut Direktur Kertanegara Energi Perkasa Renzi Renditya, gas yang dibutuhkan untuk PLTGU Senipah berasal dari Blok Mahakam. Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) telah dilakukan untuk 20.000 MMBTU per hari dengan harga USD4 per MMBTU per hari dan listrik yang dijual ke PT PLN (Persero) sebesar USD8 per kWh.

"Untuk gasnya 20 ribu MMBTU sekarang per hari. Untuk pengembangannya itu kan menggunakan uap jadi tidak perlu gas lagi. Jadi digerakan uap gas buangnya. Sehingga lebih efisien," tutup Renzi.
(ABD)