Berpotensi Tambah Pendapatan Negara, Enam Kesepakatan PJBG Diteken

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 17 May 2017 11:27 WIB
gas
Berpotensi Tambah Pendapatan Negara, Enam Kesepakatan PJBG Diteken
Suasana penandatanganan enam kesepakatan PJBG. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyaksikan enam kesepakatan Perjanjian? Jual Beli Gas Bumi (PJBG) untuk memenuhi kebutuhan gas domestik.

Adapun dari enam kesepakatan tersebut, berpotensi dapat menambah penerimaan negara sektor migas sebesar USD5 miliar.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan seluruh gas dalam kesepakatan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik, seperti pasokan kelistrikan, industri, lifting minyak?, dan pembangunan jaringan gas rumah tangga.

"Gas dalam kesepakatan ini akan dipasok untuk kebutuhan kelistrikan, industri, lifting minyak dan gas rumah tangga,” ujar Amien, dalam acara Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition (Convex) ke-41, di JCC, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Baca: Gas untuk Kebutuhan Domestik Ditargetkan 61%

Ia menjelaskan, penandatanganan PJBG dan pengalokasian yang ditandatangani sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 6 tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi.

Ia juga menyebutkan, enam kesepakatan yang ditandatangani tersebut terdiri atas empat kesepakatan baru dan dua amandemen dari kesepakatan yang sudah ada. Salah satu dari kesepakatan baru tersebut adalah perjanjian jual beli gas alam cair, liquefied natural gas (LNG) antara BP Tangguh dengan PT PLN (Persero).

Dalam kesepakatan tersebut, BP sepakat untuk memasok tambahan 16 kargo LNG per tahun untuk PLN yang akan dimulai dari 2020 sampai 2035. Pasokan tersebut bersifat multidestinasi sehingga PLN dapat memanfaatkannya untuk berbagai pembangkit di Indonesia.


Penandatanganan enam kesepakatan PJBG. (FOTO: MTVN/Ayu)

"Kami berharap alokasi pasokan LNG tersebut dapat diserap sepenuhnya oleh PLN sehingga mendukung program Nawacita pemerintah untuk menyediakan listrik yang cukup serta meningkatkan rasio elektrifikasi nasional," jelas Amien.

Amien juga mencatat dari waktu ke waktu kebutuhan gas domestik yang terus meningkat. Dalam periode 2003-2016, pasokan gas untuk domestik meningkat rata-rata sembilan persen per tahun.

Sementara untuk 2017, realisasi pasokan gas untuk domestik sampai akhir Februari sudah mencapai 3.889 atau sekitar 58,5 persen dari total pasokan gas.

"Artinya pasokan gas untuk domestik sudah lebih besar dari ekspor," ungkap Amien.

Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan pasokan gas bumi, lanjut Amien, pembangunan infrastruktur gas harus dipercepat. Dengan adanya infrastruktur gas inilah penyerapan gas dari lapangan-lapangan migas dapat maksimal.

Adapun enam PJBG yang ditandatangani adalah:

1. Tangguh PSC Contractor Parties dengan PT PLN (Persero) untuk kebutuhan IPP Jawa 1 sejumlah 16 kargo per tahun.
2. ConocoPhillips (Grissik) Ltd dengan PT PGN (Persero) Tbk untuk industri di wilayah Dumai dan Pekanbaru sejumlah delapan ramp up 37 BBTUD.
3. EMP Bentu Limited dengan PT Pertamina (Persero) untuk jaringan gas rumah tangga di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau sejumlah 0,2 MMSCFD.
4. EMP Bentu Limited dengan Perusahaan Daerah Tuah Sekata untuk kelistrikan sejumlah enam BBTUD dari sebelumnya tiga BBTUD.
5. Petrogas Basin dengan PT Malamoi Olom Wobok untuk kelistrikan dan lifting sejumlah delapan MMSCFD.
6. PetroChina International Jabung Limited dengan PT Gemilang Jabung Energi untuk kelistrikan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sejumlah 2 BBTUD untuk tahun pertama dan tahun kedua, serta lima BBTUD untuk tahun ketiga dan selanjutnya.


(AHL)