Juli 2017, Harga Batu Bara Acuan Naik 4,62% jadi USD78,95

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 12 Jul 2017 18:39 WIB
batu bara
Juli 2017, Harga Batu Bara Acuan Naik 4,62% jadi USD78,95
Ilustrasi tambang batu bara. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kenaikan harga batu bara acuan (HBA) untuk penjualan langsung (spot) yang berlaku 1 Juli 2017 hingga 31 Juli 2017.

Mengutip laman Kementerian ESDM, Rabu 12 Juli, HBA Juli 2017 naik sebesar USD3,49 atau naik 4,62 persen dibandingkan dengan HBA Juni 2017 sebesar USD75,46. Bila dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya (year on year) HBA Juli 2016 tercatat sebesar USD53,00, maka HBA Juli 2017 naik signifikan sebesar USD25,95 atau naik 49 persen.

Dilansir dari laman Minerba, pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB vessel) adalah USD78,95 per ton. Nilai HBA adalah rata-rata dari empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara yaitu Indonesia Coal Index, Platts59 Index, New Castle Export Index, dan New Castle Global Coal Index.

HBA menjadi acuan harga batu bara pada kesetaraan nilai kalor batu bara 6.322 kkal/kg Gross As Received (GAR), kandungan air (total moisture) delapan persen, kandungan sulphur 0,8 persen as received (ar), dan kandungan abu (ash) 15 persen ar.

Berdasarkan HBA selanjutnya dihitung Harga Patokan Batu bara (HPB) yang dipengaruhi kualitas batu bara yaitu nilai kalor batu bara, kandungan air, kandungan sulphur, dan kandungan abu sesuai dengan merek dagang utama batu bara atau brand yang disebut dengan HPB Batubara Marker.

HPB batu bara Marker terdiri dari delapan brand batu bara yang sudah umum dikenal dan diperdagangkan. HPB batu bara Marker periode Juli 2017 untuk delapan brand batu bara dalam USD per ton adalah sebagai berikut:
1. Gunung Bayan I sebesar 84,72 (naik 4,7 persen dibandingkan HPB Juni 2017).
2. Prima Coal sebesar 84,83 (naik 4,4 persen dibandingkan HPB Juni 2017).
3. Pinang 6150 sebesar 76,56 (naik 4,3 persen dibandingkan HPB Juni 2017).
4. Indominco IM_East sebesar 64,59 (naik 4,6 persen dibandingkan HPB Juni 2017).
5. Melawan Coal sebesar 62,41 (naik 4,2 persen dibandingkan HPB Juni 2017).
6. Enviro Coal sebesar 58,54 (naik 3,9 persen dibandingkan HPB Juni 2017).
7. Jorong J-1 sebesar 47,15 (naik 3,9 persen dibandingkan HPB Juni 2017).
8. Ecocoal sebesar 43,06 (naik 3,9 persen dibandingkan HPB Juni 2017).

Selain delapan merek dagang batu bara ini, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM setiap bulan menetapkan HPB untuk merek dagang batu bara lainnya antara lain Trubaindo HCV_LS, Arutmin A6250, Lanna Harita Coal, Sungkai High Sulphur, dan PKN 3500.

Adapun harga batu bara acuan per bulan pada Januari 2017 hingga Juli 2017 adalah sebagai berikut:
- Januari 2017 sebesar USD86,23/ton.
- Februari 2017 sebesar USD83,32/ton.
- Maret 2017 sebesar USD81,90/ton.
- April 2017 sebesar USD82,51/ton.
- Mei 2017 sebesar USD83,81/ton.
- Juni 2017 sebesar USD75,46/ton.
- Juli 2017 sebesar USD78,95/ton.

Rata-rata HBA Januari 2017 hingga Juli 2017 adalah USD81,74/ton. Dalam hal penjualan batu bara dilakukan secara jangka tertentu (term) yaitu penjualan batu bara untuk jangka waktu 12 bulan atau lebih maka harga batu bara mengacu pada rata-rata tiga harga patokan batu bara terakhir pada bulan.

Selain itu dilakukan kesepakatan harga batu bara dengan faktor pengali yaitu fakor pengali 50 persen untuk Harga Patokan Batubara bulan terakhir, faktor pengali 30 persen untuk Harga Patokan Batubara satu bulan sebelumnya, dan faktor pengali 20 persen untuk Harga Patokan Batubara dua bulan sebelumnya.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

3 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA