Potensi Energi Panas Bumi Indonesia Capai 29.215 GWe

Husen Miftahudin    •    Senin, 17 Apr 2017 20:27 WIB
panas bumi
Potensi Energi Panas Bumi Indonesia Capai 29.215 GWe
ilustrasi panas bumi. (FOTO: ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia merupakan negara paling kaya energi panas bumi karena terletak pada busur vulkanik. Total potensi energi panas bumi yang dimiliki Indonesia sebanyak 29.215 GWe.

Menurut pakar energi Achmad Madjedi Hasan, jumlah potensi energi panas bumi yang dimiliki Indonesia itu bisa dimanfaatkan pemerintah untuk mendiversifikasi energi. Langkah diversifikasi dari energi panas bumi diyakini mampu menciptakan ketahanan energi. Salah satunya dengan memanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.

"Indonesia terletak di salah satu kerangka tektonik yang paling aktif di dunia, yakni di antara perbatasan Indo-Australia, Pasifik, Filipina dan lempeng tektonik Eurasia. Posisi strategis tesebut menjadikan Indonesia sebagai negara paling kaya dengan energi panas bumi  yang tersebar di 285 titik daerah sepanjang busur vulkanik," ujar Madjedi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin 17 April 2017.

Sumber daya panas bumi diklaim mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dan fosil. Selain itu, sumber energi panas bumi juga akan  membatasi emisi gas rumah kaca (greenhouse gas).

"Pengembangan sumber daya panas bumi akan membantu pemenuhan target emisi dan kelestarian lingkungan," tuturnya.




Madjedi menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia harus menciptakan sumber energi alternatif baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut untuk menghindari dampak kerusakan lingkungan hidup akibat pemanasan global.

"Salah satu energi non-terbarukan adalah panas bumi, yaitu sumber panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi," papar dia.

Penciptaan pembangkit listrik dari energi panas bumi bisa dilakukan dengan membangun Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP). Meski investasi pembangunan awal PLTP butuh biaya yang tinggi, namun biaya operasional yang timbul setelahnya bakal lebih rendah karena tidak memerlukan bahan bakar.

"Selain itu PLTP dapat dioperasikan dengan kapasitas beban dasar atau based load capacity di atas 90 persen, atau lebih tinggi dari pada Pusat Tenaga Listrik yang dibangkitkan oleh panas matahari atau angin," tutup Madjedi.


(AHL)