Anjungan Pendukung Pipa Gas Bawah Laut Segera Tiba

Amaluddin    •    Jumat, 23 Sep 2016 14:52 WIB
pertamina hulu energi
Anjungan Pendukung Pipa Gas Bawah Laut Segera Tiba
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Metrotvnews.com, Surabaya: PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) telah meluncurkan anjungan (platform) PHE-24 pada 20 September 2016. Nantinya, anjungan itu akan ditempatkan 50 mil dari daratan pantai Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

"Anjungan itu perjalanan dari Cilegon, Jawa Barat, ke Madura. Kami perkirakan akan tiba di Bangkalan sekitar tiga hari ke depan," kata President/GM PHE WMO Sri Budiyani dalam siaran persnya kepada Metrotvnews.com, Jumat (23/9/2016).

Sri mengatakan, anjungan tersebut merupakan proyek EPCI-1, pengembangan lapangan (terintegrasi) PHE-12 dan PHE-24 yang diinisiasi sejak 2015 di wilayah kerja PT PHE WMO, dan bekerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas. "Anjungan PHE-24 itu nanti akan diresmikan setelah tiba di Bangkalan," katanya.

Setelah peluncuran anjungan PHE-24, akan disusul peluncuran anjungan PHE-12 pada akhir September 2016, dan anjungan deck CPP-2 pada pertengahan Oktober 2016. Nantinya, ketiga fasilitas produksi ini akan ditempatkan sekitar 55-70 meter di atas permukaan laut dan diharapkan bisa selesai terpasang pada akhir November 2016.

Adapun untuk melengkapi fasilitas produksi tersebut, kata Sri, PHE WMO juga tengah memasang pipa bawah laut dengan panjang sekitar 19,5 km. Tujuannya untuk menyalurkan produksi minyak dan gas bumi dari lapangan PHE-12 dan PHE-24 (terintegrasi). "Hingga saat ini kegiatan EPCI-1 telah mencatatkan sekitar 2.5 juta jam-kerja selamat (Nihil Lost Time Incident)," ujarnya.

Kegiatan EPCI-1 ini diharapkan dapat diselesaikan pada Februari 2017, dan mulai memproduksikan minyak sekitar 1.000 BOPD sampai puncaknya 2.900 BOPD yang dicapai pada Mei 2017. Kemudian untuk sumur gas bumi berproduksi 10 MMSCFD mulai Juni 2017, dan mencapai puncaknya 14,1 MMSCFD pada Juli 2017 sesuai target SKK Migas. Setelah itu baru, penuntasan proyek EPCI-2 yang terdiri dari anjungan PHE-48 dan PHE-7.

Tahap pengembangan lapangan selanjutnya di wilayah kerja West Madura Offshore (WMO) akan dimulai pada tahun awal tahun 2018, melalui proyek EPCI-2 lapangan PHE-48 dan PHE-7. Terlaksananya proyek EPCI-1, diharapkan kembali terjadi peningkatan produksi 5.000-7.000 barel setiap tiga bulan hingga lima tahun ke depan.

"Dengan demikian laju penurunan alamiah di BlokWMO yang rata-rata mencapai 50-60 persen per tahun sampai dengan 2015, maka mulai 2016 ini bisa ditahan hingga sekitar 10 persen," jelas Sri.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menargetkan anjungan ini bisa berkontribusi hingga 40 persen dari produksi minyak nasional pada 2019. Saat ini Pertamina baru berkontribusi sekitar 23 persen dari total produksi minyak nasional sebesar 830.000 barel per hari.

Sekilas, PHE WMO Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) adalah operator dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok WMO dibawah SKK Migas yang dioperasikan oleh Pertamina sejak 2011. Wilayah operasi PHE WMO terletak di sebelah Barat Daya Pulau Madura, Jatim dengan luas area 1.666,26 km2. Target produksi minyak dan gas bumi PHE WMO tahun 2016 adalah 9.300 BOPD dan 102,6 MMSCFD.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA