Takut Penerimaan Negara tak Tercapai, KESDM Efisiensi Anggaran

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 11 Jul 2017 11:23 WIB
kementerian esdm
Takut Penerimaan Negara tak Tercapai, KESDM Efisiensi Anggaran
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: ANTARA/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp461,1 miliar.

Hal itu disampaikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan di depan rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI Senin malam 10 Juli 2017. Dalam rapat tersebut, Jonan menjelaskan efisiensi anggaran Kementerian ESDM dilakukan lantaran khawatir penerimaan negara sektor energi tidak tercapai.

"(Pagu anggaran Kementerian ESDM) Dikurangi ke angka pagunya Rp6.566,9 triliun karena dikhawatirkan penerimaan negara tidak tercapai," jelas Jonan, di Komplek Parlementer, Jakarta, Senin 10 Juli 2017.

Tercatat, pagu awal Kementerian ESDM sebesar Rp7.027,2 miliar kemudian dikurangi menjadi Rp6.566,9 miliar atau sekitar Rp461 miliar.

Adapun beberapa efisiensi yang dilakukan pemerintah adalah belanja barang, perjalanan dinas dan paket pertemuan (meeting), belanja operasional perkantoran, honorarium tim kegiatan, belanja jasa, belanja barang operasional, dan nonoperasional lainnya.

Baca: 2018, Kementerian ESDM Alokasikan 51% Anggaran untuk Rakyat

Kendati mengurangi anggaran dan melakukan beberaps efisiensi, Jonan menyebutkan tidak akan mengurangi kinerja Kementerian ESDM terutama pada proyek-proyek yang sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Penghematan belanja kementerian lembaga (K/L) relokasi dan tidak mengganggu program yang disepakati. Bahwa atas penghematan, tidak ada program yang disepakati yang dikurangi," ucap dia.

Berikut rincian penghematan sektor ESDM:
Efisiensi selisih HPS:
1. Ditjen Migas Rp120,1 miliar.
2. Badan Geologi Rp2,5 miliar.

Pembatalan Multiyears Contract:
1. Ditjen Migas Rp272,2 miliar.
2. Tangki BBM dan elpiji dibangun oleh BUMN.

Efisiensi belanja barang:
1. Setjen Rp10,5 miliar.
2. Setjen DEN Rp1,7 miliar.
3. BPH Migas Rp4 miliar.
4. Ditjen Migas Rp27 miliar.
5. Ditjen Minerba Rp50 miliar.
6. Balitbang ESDM Rp5,9 miliar.
7. BPSDM Rp4,3 miliar.


(AHL)