BP Indonesia Bidik Putra Asli Papua

Nia Deviyana    •    Jumat, 09 Nov 2018 14:06 WIB
migas
BP Indonesia Bidik Putra Asli Papua
?BP Indonesia Bidik Putra Asli Papua. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Ciloto: BP Indonesia membidik putra asli Papua melalui program magang tiga tahun berlisensi internasional. Program ini sebagai komitmen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang harus dipenuhi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas demi mengurangi kendala sosial yang muncul di lapangan.

"BP Indonesia harus memenuhi target 85 persen pekerja Papua yang bekerja di Kilang LNG Tangguh," ujar Kepala Sekolah program ini Dika Yuana, Ciloto, Kamis, 8 November 2018.

Program yang sudah dimulai sejak 2016 ini memprioritaskan lulusan sekolah menengah atas (SMA) dari empat wilayah Papua Barat, yakni Teluk Bintuni, Fakfak, Sorong, dan Jayapura. Dari ribuan pendaftar, tersaring 40 anak yang akan belajar di Prototeno. Adapun proses rekrutmen berlangsung sekitar enam bulan.

"Jadi kita kirimkan undangan ke Papua langsung, tim kita datang ke sana karena akses internet sangat sulit ya. Sinyal telepon seluler bahkan sering hilang. Jadi butuh waktu lama untuk rekrutmen," tambah Dika.



Anak-anak yang lulus rekrutmen akan memulai program magang di Prototekno, Ciloto, Jawa Barat yang tempatnya sudah didesain seperti industri di lapangan. Jadwal belajar pun cukup ketat, dari Senin sampai Sabtu mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

"Saya lihat semangat anak-anak dan potensi mereka cukup tinggi. Ini kelihatan dari hanya sedikit yang gugur. Nilai bahasa Inggris dan matematika mereka juga meningkat pesat, dari awal benar-benar enggak bisa bahasa Inggris jadi bisa dengan standar Internasional," paparnya.

Setelah lulus peserta akan langsung meneken kontrak kerja minimal tujuh tahun dengan Tangguh LNG. Dengan program ini, kesenjangan sosial di daerah sekitar industri diharapkan bisa teratasi.


(AHL)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA