Pembangunan Jaringan Transmisi dan Gardu Induk Harus Diutamakan

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:01 WIB
listrik
Pembangunan Jaringan Transmisi dan Gardu Induk Harus Diutamakan
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan tantangan terbesar dalam pengembangan sektor ketenagalistrikan saat ini adalah pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Alihuddin Sitompul mengatakan, berdasarkan data kementerian ESDM saat ini masih ada tiga wilayah Indonesia yang masih mengalami defisit listrik.

"Nah, bagaimana kondisi sistem kelistrikan kita? Kondisi kelistrikan kita tujuh normal, 13 siaga, dan tiga daerah defisit," kata Alihuddin, dalam diskusi di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selaasa (29/11/2016).

Penanganan paling utama dalam mengatasi defisit listrik itu adalah dengan melakukan pembangunan-pembangunan di sektor ketenagalistrikan secara masif. Namun menurutnya, saat ini yang paling dibutuhkan adalah pembangunan transmisi dan gardu induk.

Baca: PLN Berikan Opsi Bangun Gardu Induk dan PLTMG

Alihuddin menjelaskan, transmisi dan gardu induk menjadi komponen utama dan tantangan tersendiri saat ini karena jumlahnya yang belum terlalu banyak. Padahal kebutuhannya sangat besar dalam mendistribusikan listrik.

"Karena persoalan saat ini adalah pembangunan transmisi dan gardu induk. Itu menjadi persoalan," ujar dia.

Ia mencontohkan, seperti transmisi Suralaya-Semarang dan Surabaya-Jakarta. Jika tidak ada jaringan transmisi tersebut tidak mungkin daya bisa berpindah dari Suralaya ke Semarang. Ia juga menegaskan, jika pembangunan jaringan transmisi tidak didorong akan berdampak pada labanya pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

"Terutama jaringan transmisinya, kalau itu lambat ya sudah tidak bisa dipindahkan daya dari Surabaya ke Jakarta. Atau Suralaya tidak bisa dipindahkan Semarang," pungkas dia.


(AHL)