Perbandingan Struktur Tarif Tenaga Listrik di Negara ASEAN

Ade Hapsari Lestarini    •    Minggu, 12 Nov 2017 19:51 WIB
plnaseantarif listrik
Perbandingan Struktur Tarif Tenaga Listrik di Negara ASEAN
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji jumlah golongan tarif pelanggan PT PLN (Persero) yang berjumlah 37 golongan, untuk dapat disederhanakan.

Misalnya, untuk pelanggan 900 VA mampu, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA sebenarnya sudah membayar besaran tarif yang sama (tarif nonsubsidi), sehingga sangat dimungkinkan untuk disederhanakan atau digabungkan menjadi satu golongan pelanggan saja untuk mempermudah.

Mengutip laman Kementerian ESDM, Minggu 12 November 2017, nantinya, tidak akan ada konsekuensi biaya yang dipikul oleh pelanggan meskipun struktur tarif ini disederhanakan.

Negara-negara ASEAN lainnya juga telah menerapkan golongan tarif tenaga listrik yang cukup praktis. Berikut beberapa struktur tarif tenaga listrik yang telah diterapkan di negara-negara tetangga sebagaimana dilaporkan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM:

Brunei Darussalam
Tarif tenaga listrik di negara ini dibagi ke dalam dua jenis yakni tarif A dikenakan bagi rumah tangga dan tarif B untuk komersial/industri. Tarif A dibagi menjadi beberapa blok pemakaian, yaitu: 10 kilo Watt hour (kWh) pertama dengan tarif B$0,25 sen/kWh, 60 kWh berikutnya (B$0,15 sen/kWh), 100 kWh berikutnya (B$0,10 sen/kWh) dan pemakaian kWh berikutnya (B$0,05 sen/kWh).

Sementara untuk tarif B, 10 kWh pertama (kVA x B$0,20 sen/kWh, 100 kWh berikutnya (kVA x B$0,07 sen/kWh), 100 kWh berikutnya (kVA x B$0,06 sen/kWh, dan pemakaian kWh berikutnya (B$0,05 sen/kWh).

Timor Leste
Di Timor Leste, untuk pelanggan yang menggunakan kWh meter, tarifnya dibagi dalam dua golongan tarif, yakni Komersial dan Kantor Pemerintah (USD0,20/kWh) serta domestik dan sosial (USD0,16/kWh).

Selain dua golongan tarif di atas, bagi pelanggan yang tidak menggunakan kWh meter tarifnya bervariasi dari USD3 per bulan untuk pelanggan miskin dengan sambungan dua ampere dan menyala hanya enam jam per hari, sampai dengan USD25 per bulan.

Thailand
Struktur tarif tenaga listrik di Thailand dibagi ke dalam tujuh golongan pelanggan yaitu rumah tangga 2,84 Bath/kWh, pelayanan umum skala kecil, 3,26 Bath/kWh, pelayanan umum skala medium 2,79 Bath/kWh, pelayanan umum skala besar 2,45 Bath/kWh, hotel 2,52 Bath/kWh, institusi pemerintah 2,71 Bath/kWh, dan kegiatan pertanian 2,28 Bath/kWh.

Myanmar
Di negara ini pun, tarif listriknya dibagi ke dalam tujuh golongan besar berdasarkan jenis penggunaan dari tenaga listriknya yakni umum, listrik domestik, listrik skala kecil, industri, bangunan gedung, lampu jalan, dan penerangan sementara.

Singapura
Negara ini hanya menerapkan lima golongan tarif pelanggan listrik yakni Tegangan Rendah-Domestik, Tegangan Rendah-nondomestik, Tegangan Tinggi-small supplies, Tegangan Tinggi-large supplies, dan Tegangan Ekstra Tinggi.

Vietnam
Di Vietnam, tarif tenaga listrik dibagi ke dalam empat struktur utama yakni industri manufaktur, instansi pemerintah, bisnis, dan rumah tangga, yang masing-masing dirinci lagi berdasar tegangannya. Total setelah dirinci, terdapat 11 golongan pelanggan.

Filipina
Negara ini telah membagi golongan tarif tenaga listrik di negaranya ke dalam enam golongan tarif yaitu rumah tangga, pelayanan umum, pembangkitan umum, rumah sakit dan fasilitas sosial, penerangan jalan umum, dan generator yang terhubung dengan jaringan distribusi dengan daya >= 40 kW.

Malaysia
Negara lain yang menerapkan pembagian golongan tarif tenaga listrik yang cukup rumit adalah Malaysia. Namun, penggolongan tarif tenaga listrik ini hanya mencatatkan 16 golongan tarif saja atau kurang dari setengah dari total golongan tarif yang ada di Indonesia.

 


(AHL)