Pertamina Diminta Fokus Jaga Produksi 2 Lapangan Migas Raksasa RI

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 10 Aug 2018 13:36 WIB
migaspertamina
Pertamina Diminta Fokus Jaga Produksi 2 Lapangan Migas Raksasa RI
Ilustrasi (Foto: Setkab)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau agar PT Pertamina (Persero) fokus untuk mengelola dua blok raksasa di Tanah Air. Hal itu menjadi penting dilakukan agar Pertamina bisa mendukung perwujudan ketahanan energi di masa mendatang.

Hal itu dilontarkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyusul Pertamina yang ingin menguasai Blok Corridor dan Blok Jabung. Ia mengingatkan agar Pertamina tidak perlu pusing ikut lelang guna mengambil alih lapangan-lapangan migas dengan tingkat produksi yang kecil.

Dirinya meminta Pertamina untuk fokus pada pengelolaan Blok Rokan dan Blok Mahakam. "Pertamina fokus saja ke Rokan dan Mahakam. Kalau yang kecil-kecil seperti ini digarap juga kan Direktur Hulunya hanya satu orang, pusing lah dia, habis tenaganya," kata Djoko, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018.

Djoko berharap Pertamina bisa fokus untuk menjaga produksi di dua blok terbesar yakni Blok Rokan dan Blok Mahakam. Untuk Rokan, dia mengatakan, produksinya mungkin bisa lebih besar dibandingkan dengan seluruh lapangan migas yang dimiliki Pertamina saat ini jika digabungkan.

Sebelumnya, Pertamina telah mengajukan permohonan buka data atau open data room untuk Blok Corridor di Sumatera Selatan serta Blok Jabung di Jambi. Adapun Pertamina telah diberikan mandat oleh pemerintah untuk mengelola Blok Mahakam dan Blok Rokan.  

Produksi gas Blok Mahakam baru mencapai 957 juta kaki kubik per hari (mmscfd) per 5 Agustus 2018. Sementara target di Rencana Kerja Anggaran (RKA) Pertamina tahun ini mencapai 1.008 mmscfd.

Sedangkan produksi minyak di blok ini capaiannya baru 43 ribu barel per hari (bph) pada 5 Agustus 2018. Realisasi ini lebih rendah dari target dalam RKA Pertamina sebesar 46 ribu bph. Padahal pada Januari-Juni, produksi minyak Blok Mahakam bisa tembus 46 ribu bph.

Adapun untuk semester I-2018, lifting di Rokan sebesar 207.148 barel per hari (bph). Ini masih di bawah dari target 213.551 bph. Hingga akhir tahun, SKK Migas memprediksi lifting minyak Rokan di akhir 2018 akan mencapai 205.952 barel per hari (bph).


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA