Asumsi Makro Lifting Migas Ditargetkan sampai 2,1 Juta BOEPD

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 05 Jun 2018 15:32 WIB
migas
Asumsi Makro <i>Lifting</i> Migas Ditargetkan sampai 2,1 Juta BOEPD
Illustrasi. Dok: AFP.

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan lifting migas 2019 dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 berkisar 1,944 juta sampai 2,105 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).

"2019 kami mengusulkan 1,9 sampai 2,1 juta barel setara minyak per hari," kata Jonan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Selasa 5 Juni 2018.

Usulan asumsi makro itu terdiri dari lifting minyak yang lebih rendah dari tahun lalu yaitu 722 sampai 805 ribu barel oil per day (BOPD). Pada tahun anggaran 2018 lifting migas ditargetkan 800 ribu BOPD. Sedangkan untuk lifting gas sebanyak 1,21 juta sampai 1,3 juta BOEPD naik dari anggaran tahun 2018 sebanyak 1,2 juta BOEPD.

Untuk mencapai target lifting tersebut, lanjut Jonan akan digencarkan kegiatan eksplorasi di wilayah kerja migas yang ada dengan tambahan insentif sehingga menggairahkan minat investasi sektor hulu migas.

"Kita dorong lagi dengan insentif sehingga dikemudian hari ada penemuan lapangan lagi di Indonesia," ucap Jonan.

Mantan menteri perhubungan ini juga menambahkan, pemerintah akan meminta PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan migas pelat merah lebih aktif lagi dalam melakukan kegiatan eksplorasi setelah sejak tahun 1970-an tidak menemukan temuan cadangan migas besar.

"Kami juga mendorong Pertamina sebagai perusahaan migas nasional untuk bisa mulai lebih aktif melakukan eksplorasi karena penemuan terakhir itu sekitar awal tahun 70an setelah itu tidak ada penemuan besar lagi," tutup Jonan.


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA