Iran Minat Bangun 2 Kilang Minyak di Indonesia

Annisa ayu artanti    •    Senin, 28 Nov 2016 09:39 WIB
kilang minyakkilang bontang
Iran Minat Bangun 2 Kilang Minyak di Indonesia
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa Republik Islam Iran berminat untuk membangun dua kilang minyak baru di Indonesia. Kendati demikian, perlu ada beberapa prosedur yang dipenuhi agar investasi tersebut bisa mendukung upaya pemerintah dalam mencapai kemandirian energi.

Hal tersebut seperti disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja usai menghadiri Sidang Komisi Bersama Ekonomi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan antara Republik Indonesia dengan Republik Islam Iran, di Kementerian Koordinator Bidang Perekoomian.

Baca: Bangun Kilang, Pemerintah Siap Beri Insentif ke Swasta

Dalam kesempatan itu, Wirat menjelaskan, Iran tertarik berinvestasi untuk membangun dua kilang di Indonesia yaitu kilang swasta dan kilang Bontang. Pada posisi itu, Iran dapat bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero). Namun, untuk membangun kilang Bontang, Iran harus mengikuti prosedur yakni bersaing dengan mitra lainnya yang juga ingin berinvestasi.

Baca: Kilang Bojonegara Bisa Amankan Pasokan Gas Domestik

Besaran kapasitas kilang yang ingin dibangun Iran berkisar antara 100.000 hingga 300.000 barel per hari. Rencananya, minyak mentah akan disuplai dari Iran. “Nanti supply crude-nya dari mereka," kata Wirat, seperti dikutip dari laman resmi Ditjen Migas, di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Baca: Empat Syarat Pemenang Lelang Kilang Mini

Sebelumnya, kerja sama antara Indonesia dengan Iran sudah terjalin. Namun kerja sama itu sempat terhenti karena negara tersebut terkena sanksi ekonomi. Tapi saat ini, kerja sama Indonesia dan Iran dilakukan melalui Pertamina terkait dengan pasokan elpiji sebesar 88.000 ton pada 2016 dan jumlahnya akan terus meningkat pada 2017.

 


(ABD)