Wamen ESDM Jelaskan Hengkangnya ExxonMobil dari Lapangan Jambaran Tiung Biru

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 08 Aug 2017 19:43 WIB
gas
Wamen ESDM Jelaskan Hengkangnya ExxonMobil dari Lapangan Jambaran Tiung Biru
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar membantah hengkangnya PT ExxonMobil Indonesia karena pengelolaan lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB).

Arcandra menjelaskan, harga jual gas JTB kepada PT PLN (Persero) sebesar USD7,6 per MMBTU menjadi alasan perusahaan migas asal Amerika Serikat ini mengembalikan lapangan yang berada di Cepu tersebut kepada pemerintah.

"Mereka (ExxonMobil) mengatakan dengan proporsi mereka, ini (harga jual gas) tidak bisa masuk," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Baca: Harga Gas Jambaran Tiung Biru untuk PLN Ditetapkan USD7,6/MMBTU

Sebelumnya ExxonMobil dan Pertamina EP Cepu (PEPC) memilki hak kelola 41,4 persen atas Lapangan Jambaran Tiung Biru. Sisanya, dimiliki oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar 9,2 persen dan Pertamina EP sebesar delapan persen.

Namun karena harga jual gas tersebut, Arcandra mengatakan, akhirnya ExxonMobil melepas hak kelolanya dan pemerintah pun menugaskan anak PT Pertamina EP Cepu untuk mengelola lapangan JTB 100 persen.

"Akhirnya Exxon bersedia menerima tawaran Pertamina, sehingga Pertamina memiliki Jambaran Tiung Biru 100 persen. Tanpa adanya kerja sama tiga pihak ini, Exxon melihat ini proyek nasional Indonesia dan mereka mau membantu. Argumen kita Exxon mau membantu," jelas dia.

Terkait dengan biaya pengalihan saham yang dilakukan oleh Pertamina, Arcandra menambahkan kedua perusahaan migas tersebut sudah sepakat. Namun tidak bisa diungkapkan besarannya.

"Harga sudah sepakat tapi tidak bisa diungkapkan berapa," pungkas dia.


(AHL)