Penyaluran Subsidi Elpiji 3 Kg Diterapkan di Januari 2018

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 13 Jun 2017 15:08 WIB
elpiji 3 kg
Penyaluran Subsidi Elpiji 3 Kg Diterapkan di Januari 2018
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berencana akan menerapkan penyaluran subsidi elpiji tiga kilogram tepat sasaran menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada Januari 2018 mendatang. Dalam hal ini, pemerintah terus berupaya melakukan finalisasi termasuk dari aspek teknis agar mekanisme tersebut bisa berjalan dengan baik.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, setelah penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Bank Indonesia (BI) pada April lalu maka Kementerian Sosial terus melakukan kordinasi.

Ia berharap, penerapan penyaluran subsidi menggunakan kartu sakti tersebut bisa dilakukan pada Januari 2018. "Nanti mungkin Januari 2018, MoU ESDM dan BI sudah. Saat ini sedang proses pengintegrasian," kata Khofifah, saat ditemui di Jalan Rawa Bebek, Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Sekarang ini, Khofifah menjelaskan, proses pengintegrasian tersebut berada pada tahap pembahasan jumlah penerima subdisi elpiji. Hal itu lantaran jumlah penerima elpiji yang ada saat ini di atas 40 persen dan Basis Data Terpadu (BDT) hanya 40 persen.

"Karena elpiji di atas 40 persen penerimanya. Sementara BDT hanya 40 persen," ungkap Khofifah.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja mengatakan, pihaknya sedang mengkordinasikan dengan Kementerian Sosial terkait hal tersebut.

Dalam hal ini, Kementerian ESDM akan mendukung penyaluran subsidi tersebut melalui data, tim teknis, dan persiapan dengan perbankan. "Kita kordinasi terus. Tapi yang jelas implementasi dari Kemensos. kita dukung dengan data dan tim teknis," kata Wirat, di Kompleks Parlementer, Senayan, Jakarta.

Untuk jumlah subsidi yang disalurkan, Wirat menambahkan, jumlahnya masih sama dengan yang diusulkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yakni 26,6 juta keluarga. "Masih sama kira-kira 40 persen dari yang dapat paket perdana. Datanya dari TNP2K. jumlahnya 26,6 juta masih segitu," pungkas Wirat.


(ABD)