RI-Italia Perkuat Kerja Sama Energi Ramah Lingkungan

   •    Jumat, 01 Feb 2019 10:22 WIB
pertaminakementerian esdmindonesia-italia
RI-Italia Perkuat Kerja Sama Energi Ramah Lingkungan
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Zeynita Gibbons London: PT Pertamina dan ENI Italia menjalin kesepakatan kerja sama untuk pembangunan fasilitas pengolahan minyak lestari (green refinery) di Indonesia dalam upaya memperkuat kerja sama energi ramah lingkungan.

Presiden Direktur Pertamina Nicke Widyawati dan CEO ENI Claudio Descalzi menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) mengenai kerja sama di bidang Circular Economy, produk low carbon dan pengembangan energi terbarukan, demikian Minister Counsellor KBRI Roma, Charles Ferdinand Hutapea kepada Antara London, Jumat, 1 Februari 2019.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan dua kesepakatan kerja sama lainnya oleh para pimpinan dari kedua perusahaan terkait dengan pengembangan kilang minyak lestari, yaitu Head of Joint Venture Agreement untuk pengembangan Green Refinery di Indonesia serta Term Sheet CPO Processing di Italia.

Kesepakatan ini merupakan lanjutan dari nota kesepahaman kerja sama yang ditandatangani Pertamina dengan ENI pada September tahun lalu serta penandatanganan kesepakatan lanjutan Desember 2018.

Proses penandatanganan naskah kesepakatan disaksikan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Dubes RI untuk Italia Esti Andayani, bertempat di kantor pusat ENI di Roma.

Melalui kerja sama dengan ENI, Pertamina akan mengolah CPO maupun bahan lainnya menjadi minyak diesel yang ramah lingkungan. ENI adalah perusahaan energi terkemuka yang menguasai teknologi bio-refineries di Italia dan berpengalaman mengembangkan EcofiningTM dengan UOP.

Menurut Presdir Pertamina Nicke Widyawati, kesepakatan kerja sama dengan ENI Italia adalah untuk membangun fasilitas bio-refinery dengan mengonversi kilang yang ada di Plaju. Fasilitas ini akan mengoptimalkan berbagai sumber daya lokal untuk diolah menjadi biofuel.

Menteri ESDM Ignasius Jonan saat itu menyampaikan apresiasi atas kerja sama pembangunan fasilitas pengolahan green diesel karena akan mengurangi emisi gas buang.

Rencana pembangunan fasilitas yang menggunakan bahan CPO (minyak sawit) di Plaju juga akan dapat mengurangi impor BBM di masa datang, karena produk minyak diesel yang dihasilkan memiliki kandungan B-100 dari yang ada saat ini B-20.

Dubes Esti Andayani menyambut baik penandatanganan kerja sama Pertamina dan ENI Italia, sebagai salah satu wujud dari Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik dan kerja sama bilateral RI-Italia tahun ini.

Tiga kesepakatan yang ditandatangani disiapkan dalam tempo yang cukup cepat. Fasilitas refinery yang nantinya mengolah berbagai jenis sumber daya akan sangat baik bagi Indonesia, karena Pertamina dapat mengembangkan sumber daya yang berbeda di berbagai daerah.

ENI adalah perusahaan energi Italia yang telah beroperasi di Indonesia sejak 2001. Saat ini ENI mengelola ladang gas Jangkrik di Kalimantan Timur-Selat Makassar.


(AHL)