Bukan Rugi

Pertamina Catat Kehilangan Pendapatan USD1,2 Miliar

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 05 Dec 2017 08:15 WIB
pertaminastok bbmharga bbmbbm satu harga
Pertamina Catat Kehilangan Pendapatan USD1,2 Miliar
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Jakarta: Akibat tidak menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar bersubsidi, PT Pertamina (Persero) mencatat kehilangan pendapatan sepanjang 2017 sebesar USD1,2 miliar. Meski demikian, manajemen Pertamina menilai ada perbedaan persepsi dalam membaca kinerja keuangan tersebut.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan ada penilaian seakan-akan Pertamina merugi dalam menjual BBM jenis premium dan solar bersubsidi. Sementara dari sisi Pertamina, perseroan tidak mencatat kerugian melainkan mencatat kehilangan pendapatan.

"Pertamina seharusnya mendapat tambahan pendapatan USD1,2 miliar. Jdi bukan rugi tapi kehilangan pendapatan," kata Elia, di Komplek Parlementer Senayan, Senin malam, 4 Desember 2017.

Kehilangan pendapatan tersebut, Elia menjelaskan, lantaran harga minyak dunia telah meningkat 30 persen dari yang ditetapkan. Sedangkan harga BBM jenis premium tetap dipatok Rp6.450 per liter dan solar bersubsidi Rp5.150 per liter.

"Harga minyak mentah ini naik 30 persen, itu lah yang tadi masuk mekanisme kenaikan harga," tuturnya.

Elia menuturkan Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyepakati pembentukan harga BBM dengan mengacu pada pergerakan harga minyak dunia. Jika harga minyak dunia berubah maka harga premium dan solar akan mengalami perubahan harga.

‎"Berdasarkan SK Menteri, kami menghitung harga minyak mentah memang harga patokan transparan dan kami menghitung berdasarkan formula," tutup dia.


(ABD)