Holding BUMN untuk Bersaing di Global

Eko Nordiansyah    •    Minggu, 03 Dec 2017 16:20 WIB
holding bumn
<i>Holding</i> BUMN untuk Bersaing di Global
Tanri Abeng. ANT/Regina.

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berupaya untuk merealisasikan pembentukan holding BUMN. Langkah ini dimaksudkan agar peran BUMN dapat semakin besar hingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan di kancah global.

Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng menyatakan ide holding telah ada sejak dulu ketika dirinya dipercaya menjabat menteri di era Presiden Soeharto. Sayangnya hal ini tak mudah dilakukan karena banyak pihak yang meragukan pembentukan holding BUMN.

"Memang banyak yang tidak setuju, tapi kan kita harus membangun kekuatan. Kekuatan itu mulai holdingisasi. Itu adalah jiwa yang saya bangun pada saat saya mendirikan BUMN, itu bukan sesuatu yang baru," ujarnya dalam Apresiasi Indonesia untuk BUMN 2017, seperti diberitakan Minggu, 3 Desember 2017.

Salah satu yang menghambat proses holding adalah perundang-undangan baru, seperti halnya yang terjadi pada Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2016 yang bergulir begitu lama di Parlemen, yakni tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada BUMN dan Perseroan Terbatas.

"Tapi yang paling penting di holding itu adalah bagaimana membangun satu leverage, power. Katakan saja 15 BUMN perkebunan, kalau sendiri-sendiri akan mati. Tapi kalau mereka bergabung, mereka mempunyai kekuatan terhadap pasar, terhadap lembaga keuangan, terhadap logistik, jadi efisiensi akan tercapai," jelas dia.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini menambahkan pembentukan holding akan meningkatkan daya saing para BUMN. Bukan hanya untuk penguatan kapasitas BUMN dalam memberikan layanan kepada masyarakat, tetapi juga agar BUMN mampu bersaing dengan korporasi asing maupun swasta.

"Dunia ini kejam, kalau kamu itu terlalu kecil, kamu tidak dianggap. Maka konsep saya holding itu, dan juga efisiensi. Menurut saya sudah tepat, bahkan perlu diakselerasi. Karena kalau kita mau besar di kancah global, harus dengan holdingisasi itu," pungkasnya.

 


(SAW)