Punya Teknologi, PetroChina Tertarik Kembangkan East Natuna

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 10 Jan 2018 17:49 WIB
blok natuna
Punya Teknologi, PetroChina Tertarik Kembangkan East Natuna
Presiden PetroChina Gong Bencai di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu, 10 Januari 2018. Medcom/Ayu.

Jakarta: Perusahaan minyak dan gas bumi asal Tiongkok, PetroChina tertarik mengembangkan blok East Natuna bersama PT Pertamina (Persero).

"Untuk East Natuna, PetroChina mengatakan tertarik kerja sama dengan Pertamina dan melakukan join studi," kata Presiden PetroChina Gong Bencai di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu, 10 Januari 2018.

Menurutnya, perusahaan Tirai Bambu ini cocok untuk berpartner dengan Pertamina karena memiliki teknologi yang mampu memisahkan gas yang dapat digunakan dengan karbon dioksida (CO2).

"Kita sudah punya teknologi yang diujicobakan di Blok Jabung dan akan terlihat hasilnya beberapa tahun ke depan," ucap dia.

Bong Bencai mengungkapkan, untuk mengelola Blok East Natuna diperlukan investasi yang cukup besar. Namun dana tersebut tidak menjadi soal bagi Bong. 

Sebab, setelah ada kerja sama pemerintah Indonesia dan Tiongkok melalui One Belt and One Road Initiative (OBOR) membuat pemerintah Tiongkok yakin berinvestasi di Indonesia. 

"Ini project mahal USD40 miliar, sejak ada OBOR pemerintah Tiongkok, Indonesia adalah investasi yang cukup penting sehingga pemerintah Tiongkok support blok ini," jelas dia. 

Seperti diketahui, volume gas di Blok East Natuna mencapai 222 triliun kaki kubik (tcf). Namun pengelolaan blok tersebut terkendala keekonomian blok. Kandungan CO2 yang terlalu besar sering kali menjadi pertimbangan para kontraktor untuk mengelolanya. 

Meski kandungan CO2 sangat besar, cadangan gas yang dapat dipakai lebih besar dari Blok Masela yakni sebesar mencapai 46 tcf. ExxonMobil pernah berminat mengelola itu. Namun, ExxonMobil memutuskan tidak melanjutkan investasi di sana karena faktor biaya yang besar dan kandungan CO2 yang mencapai 72 persen.



(SAW)