Pertamina Bakal Maksimalkan Moda Transportasi di Papua

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 19 Oct 2016 08:00 WIB
pertamina
Pertamina Bakal Maksimalkan Moda Transportasi di Papua
Ilustrasi Pom Bensin. (MTVN/Ekawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) akan menggunakan seluruh moda transportasi baik darat, laut, dan udara untuk membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua satu harga dengan daerah-daerah lain.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, BBM satu harga ini merupakan bagian dari kontribusi Pertamina yang mendapatkan mandat dari pemerintah untuk mendistribuskan BBM di seluruh wilayah Indonesia. 

Untuk membuat satu harga dengan daerah-daerah lain sesuai dengan KEPMEN ESDM No 7174 Tahun 2016 dimana mulai 1 Oktober untuk setiap liter minyak tanah dibanderol dengan harga Rp2.500 per liter, minyak solar Rp5.150 per liter, dan Premium Rp6.450 per liter, perseroan akan memaksimalkan segala macam moda yang ada.
 
“Untuk merealisasikan program tersebut, Pertamina berupaya menggunakan berbagai moda transportasi baik darat, laut maupun udara guna mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat  di daerah terdepan, terluar dan tertinggal bisa mendapatkan BBM dengan harga sama dengan daerah lainnya," kata Dwi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (18/10/2016). 

Perusahaan pelat merah ini juga akan menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk bisa menurunkan harga BBM yang selama ini di Papua diketahui sangat mahal.

"Pertamina selalu komit dengan kebijakan yang dicanangkan Pemerintah. 'At any cost', pasti kami sebagai kepanjangan tangan pemerintah akan menanggung biayanya,” ujar Dwi.

Dwi menuturkan, Pertamina juga cepat menginstruksikan beberapa langkah untuk menurunkan harga BBM tersebut.

Pertama, Pertamina mendatangkan pesawat khusus, Air Tractor, difasilitasi Pelita Air Service anak usaha dari Pertamina, yang merupakan best practise dalam pengiriman BBM via udara sebagai moda khusus yang dedicated menjaga ketahanan suplai agar harga terjangkau.

Kedua, melalui pendirian lembaga penyalur Pertamina di delapan Kabupaten Pegunungan dan Pedalaman ( Puncak, Nduga, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Yalimo,Tolikara, Intan Jaya dan Pegunungan Arfak).

Sekadar informasi, kondisi geografis di wilayah pegunungan dan pedalaman Papua relatif sulit untuk dijangkau mengingat konektivitas antar daerah belum sepenuhnya terhubung akibat keterbatasan infrakstruktur transportasi darat. Hal ini mengakibatkan biaya logistik untuk mengangkut BBM menjadi sangat tinggi karena sebagian besar diangkut dengan menggunakan moda transportasi udara. 
 
Harga BBM Premium berkisar antara Rp25.000 hingga Rp55.000 per liter, bahkan pernah mencapai Rp150.000 hingga Rp200.000 per liter. 


(LDS)