Menanti Sepak Terjang 2 Pimpinan Keras Kepala di Kementerian ESDM

Angga Bratadharma    •    Jumat, 14 Oct 2016 15:49 WIB
kementerian esdm
Menanti Sepak Terjang 2 Pimpinan Keras Kepala di Kementerian ESDM
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya memiliki pimpinan baru yakni Ignasius Jonan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri ESDM. Ignasius akhirnya kembali ke Kabinet Kerja, tentu dengan berbagai macam Pekerjaan Rumah (PR) berupa tantangan dan persoalan yang perlu diselesaikan.

Sebelumnya kursi Menteri ESDM kosong karena Presiden Jokowi memberhentikan Arcandra Tahar secara hormat akibat terganjal isu dwi kewarganegaraan. Akhirnya, kekosongan itu diisi oleh Luhut B Panjaitan sebagai Pelaksana tugas (Plt) Menteri ESDM. Kekosongan itu tidak ditampik memberi persoalan seiring dengan masih banyaknya permasalahan di sektor energi.

Namun, kekosongan itu sudah terisi sekarang dengan masuknya Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM dan Arcandra Tahar menjadi Wakil Menteri ESDM. Keduanya ditunjuk Presiden Jokowi dan dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat siang (14/10/2016). Hal unik pada pelantikan itu adalah Arcandra Tahar menjadi orang kedua di Kementerian ESDM.

Baca: Presiden Kantongi Nama Calon Menteri ESDM

Padahal, Arcandra Tahar merupakan Menteri ESDM sebelum adanya pelantikan ini yang menggantikan Sudirman Said pada saat terjadinya perombakan kabinet. Meski harus turun jabatan, namun Arcandra Tahar terlihat tidak terbebani dengan menjadi pendamping Ignasius Jonan di kementerian strategis ini.

"Saya kira semua persoalan sudah terselesaikan dan kemudian saya dilantik oleh Bapak Presiden (sebagai Wakil Menteri ESDM). Saya sekarang sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan menjadi keharusan untuk saya mendukung apapun yang diputuskan Bapak Presiden," kata Arcandra, di Istana Negara, Jakarta.


Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri (Wamen) ESDM Arcandra Tahar (kanan) mengucapkan sumpah saat mengikuti pelantikan oleh Presiden Joko Widodo (MI/Panca Syurkani)

Sementara bagi Ignasius, penunjukan dirinya sebagai Menteri ESDM menjadi suatu tantangan tersendiri dan dirinya menyatakan siap menyelesaikan berbagai macam persoalan yang ada di sektor energi. Namun, dirinya seakan masih 'malu-malu' untuk menjabarkan secara rinci apa saja prioritas yang akan dijalankan di masa mendatang.


Presiden Jokowi saat menyalami Menteri ESDM Ignasius Jonan (MI/Panca Syurkani)


"Nanti pada kesempatannya kami berdua akan membicarakan. Untuk apa yang akan kami kerjakan tentu seperti yang kami berdua sumpah tadi. Kalau detailnya nanti," ungkap mantan Menteri Perhubungan (Menhub) itu.

Sektor energi dihadapkan pada berbagai macam persoalan mulai dari harga gas yang diharapkan bisa diturunkan sedemikian rupa dan berada di bawah USD5 per MMBTU, pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), distribusi gas yang merata dengan harga terjangkau di seluruh wilayah di Indonesia, hingga pengelolaan manajemen yang memadai di sektor energi.

Tidak hanya itu, persoalan lain adalah soal biaya Blok Masela. Sebelum Arcandra Tahar masuk ke Kabinet Kerja, biaya yang dikeluarkan cukup besar. Akan tetapi, Arcandra Tahar mampu melakukan kajian sehingga biaya untuk blok tersebut bisa ditekan sedemikan rupa tanpa harus menghilangkah kualitas produksinya.

Baca: Kementerian ESDM Bersiap Sambut Menteri Baru

Adapun saat ini persoalan yang tengah hangat diperbincangkan adalah terkait harga gas yang masih terbilang mahal dibandingkan dengan negara tetangga. Kondisi itu memberikan tekanan terhadap daya saing industri dan laju pertumbuhan perindustrian di Indonesia. Hal ini akhirnya menjadi di antara PR yang harus diselesaikan duet Ignasius dan Arcandra.

Baca: Kalla: Jonan Harus Banyak Belajar

Ignasius Jonan sebagai orang lama di Kabinet Kerja karena pernah menjadi Menhub dan Arcandra Tahar yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri ESDM tentu ditunggu-tunggu sepak terjangnya untuk menyelesaikan sejumlah persoalan tersebut. Apalagi, sektor energi berkaitan dengan isu sensitif karena menyangkut hajat orang banyak.

Presiden Jokowi meyakini pelantikan keduanya tepat karena keduanya memiliki kompetensi mumpuni untuk melakukan reformasi besar-besaran di Kementerian ESDM, termasuk didalamnya sektor energi. Dalam hal ini, Jokowi meminta penunjukkan keduanya tidak disinggung atau dikaitkan lagi dengan isu politik.


Presiden Joko Widodo (kanan) memimpin pengucapan sumpah jabatan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wamen ESDM Arcandra Tahar (MI/Panca Syurkani)


"Saya rasa sudah kenal semua dengan Ignasius Jonan dan pasti kenal dengan Pak Arcandra Tahar. Pasti sudah sangat terkenal. Saya yakin keduanya figur yang tepat dan punya kompetensi. Saya minta jangan ditarik lagi ke persoalan politik atau personal karena ini adalah isu manajemen. Saya tegaskan ini isu manajemen," tegas Jokowi.

Baca: Arcandra Siap Mengabdi Meski Jabatan Diturunkan

Bahkan, Jokowi meminta semua pihak mendukung keduanya untuk membenahi berbagai macam persoalan yang ada di sektor energi. Namun, dirinya tidak menampik jika keduanya adalah orang-orang yang keras kepala tapi tentu memiliki kapasitas mumpuni.

"Saya yakin keduanya figur punya kompetensi dan saya juga tahu keduanya keras kepala. Tapi mereka suka terjun ke lapangan dan tugas ini bukan tugas mudah. Namun, saya yakin mereka berdua bisa menyelesaikan persoalan yang ada di ESDM dan keduanya bisa menjadi team work yang baik," pungkasnya.

 


(ABD)