Pelaksanaan Penyaluran Subsidi Energi Meningkat

Suci Sedya Utami    •    Senin, 04 Feb 2019 19:42 WIB
elpiji 3 kg
Pelaksanaan Penyaluran Subsidi Energi Meningkat
Elpiji 3KG. MI/Liliek.

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pelaksanaan penyaluran subsidi liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto dalam rapat panitia kerja bersama Komisi VII DPR RI mengatakan peningkatan penyaluran sejak 2012 hingga 2018 cukup siginfikan. 

Bahkan sejak 2015 jumlah anggaran melebihi pagu yang telah ditetapkan. Kenaikan ini ternyata masih membuat penyaluran subsidi LPG tak tepat sasaran.

"Ada beberapa tantangan pelaksanaan subsidi LPG 3 Kg yang telah diidentifikasi dan mengganggu penyaluran," kata Djoko di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Februari 2019.

Pertama penerima subsidi saat ini susah diidentifikasi. Kedua distribusi belum tepat sasaran. Ketiga jumlah penggunaan tabung tidak dapat dibatasi. Keeempat rawan terjadinya pengoplosan dan penimbunan akibat disparitas harga antara LPG bersubsidi dengan LPG tidak bersubsidi.

Kelima harga di tingkat konsumen cenderung ditentukan oleh pengecer sehingga pengendalian harga sulit dilakukan. Terakhir anggaran subsidi berpotensi tidak terkendali dengan jumlah yang cukup besar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait konversi energi hijau.

"Sejalan dengan meningkatnya rencana konversi minyak tanah ke gas," kata Nicke.

Data Pertamina, realisasi penyaluran subsidi LPG 3 kg sebagai berikut, pada 2013 4,403 juta metrik ton, 2014 4,994 juta metrik ton, 2015 5,566 juta metrik ton, 2016 6,004 juta metrik ton, 2017 6,293 juta metrik ton, 2018 6,552 juta metrik ton, serta 2019 diperkirakan sebeaar 6,978 juta metrik ton.

Adapun langkah untuk pengendalian volume subsidi yang terus dilakukan antara lain: 
a) Pilot project distribusi tertutup LPG 3 Kg di beberapa kota.
b) Pilot Project Distribusi LPG 3 Kg Tepat Sasaran di Kota Tarakan.
c) Pengaturan target penerima subsidi LPG 3 Kg.
d) Program Trade In LPG 3 Kg ke LPG 5,5 Kg. 
e) Memperbanyak Supply dan Penyebaran LPG 5,5 Kg. 
f) Sosialisasi Pengendalian LPG 3 Kg ke Pemerintah Daerah. 
g) Surat Himbauan Pemerintah Daerah terkait Penggunaan LPG 3 Kg (saat ini yang 
telah teridentifikasi 8 Gubernur dan 94 Walikota/Bupati).
h) Bantuan POLRI dalam penindakan penyelewengan subsidi LPG 3 Kg.



(SAW)