Kementerian ESDM Alokasikan 57% APBN untuk Infrastruktur

   •    Kamis, 14 Jun 2018 10:13 WIB
kementerian esdm
Kementerian ESDM Alokasikan 57% APBN untuk Infrastruktur
Ilustrasi. (Foto: Antara/Adiwinata).

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) setiap tahunnya dibuat semakin efisien dan pemanfaatannya mayoritas langsung menyentuh rakyat. Ada dua aspek penting terkait dengan strategi anggaran Kementerian ESDM, yaitu dari sisi kuantitas dan kualitas.

"Dari aspek kuantitas, besaran anggarannya kini dibuat lebih efisien, dilakukan penghematan. Aspek kualitas, mayoritas dimanfaatkan untuk belanja yang lebih produktif seperti infrastruktur," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Rabu, 13 Juni 2018.

Agung menjelaskan pada 2015 alokasi anggaran Kementerian ESDM sekitar Rp15 triliun. Kemudian dihemat sehingga pada 2016 sampai 2018 alokasi anggarannya berturut-turut sebesar Rp7,7 triliun, Rp6,6 triliun, dan Rp6,5 triliun.

"Selain itu, yang lebih penting adalah porsi pemanfaatan anggarannya mulai 2018 mayoritas atau sebanyak 57 persen digunakan untuk belanja publik fisik, untuk infrastruktur. Ini seirama dengan belanja infrastruktur nasional yang juga meningkat," tambah Agung.

Ia menerangkan pada 2018, mayoritas, atau 57 persen, anggaran Kementerian ESDM dibelanjakan untuk infrastruktur atau yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

Di antaranya ialah jaringan gas untuk 88 ribu rumah tangga, pembagian kit konversi elpiji untuk 25 ribu nelayan kecil, pengeboran air bersih di 550 daerah kesulitan air, dan pembagian 170 ribu lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) untuk desa belum berlistrik.

"Besaran porsi infrastruktur 57 persen di APBN Kementerian ESDM baru terjadi mulai tahun ini. Exersice untuk 2019 juga di atas 50 persen. Padahal, tahun-tahun sebelumnya belum pernah mencapai 50 persen," jelas Agung.

Meski anggaran Kementerian ESDM hanya sekitar Rp6,5 triliun pada 2018, bukan berarti kontribusi sektor ESDM terhadap penerimaan negara jadi kecil.

"Terbukti dari rencana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) nasional 2018 sekitar Rp1.895 triliun, kontribusi dari sektor ESDM ini sebesar Rp120,5 triliun atau 44 persen. Itu cukup besar," tutupnya. (Media Indonesia)


(AHL)