Tender PLTU Jawa 5 DIbatalkan?

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 23 Sep 2016 18:05 WIB
proyek 35.000 mw
Tender PLTU Jawa 5 DIbatalkan?
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menyebut jika PT PLN (Persero) membatalkan lelang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 5 berkapasitas 2.000 megawatt (mw).

Fabby menegaskan seharusnya perusahaan pelat merah tersebut segera menggelar tender ulang dan bukan menunjuk PT Indonesia Power (IP) untuk menjalankan proyek ini bersama mitranya dari Jepang yakni Mitsubishi.

"Dirut PLN bilang mengajak mitra dari Jepang karena asas keadilan dan fairness di mana proyek lain di Jawa sudah diberikan kepada Tiongkok," kata dia, di Jakarta, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/9/2016).

Dia mengakui, sesuai Perpres Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan, PLN memang bisa menunjuk anak usaha swasta nya untuk mengerjakan sebuah proyek. Namun karena nilai proyek PLTU Jawa 5 ini besar maka anak usaha wajib menggandeng mitra asing. Berangkat dari sana, Fabby mengkhawatirkan adanya preseden tersebut sehingga bila digelar tender ulang maka tidak akan ada investor asing yang mau lagi menjadi peserta. "Ini tentu menghambat iklim investasi, asing mana ada yang mau," ujarnya.

Pengamat hukum Sumber Daya Alam dan  Energi dari Universitas Tarumanegara Ahmad Redi menambahkan, pembatalan lelang mega proyek ini cukup aneh. Proyek PLTU 5 adalah bagian dari proyek 35.000 mw dan menjadi pembangkit terbesar.

"Jangan sampai kebijakan ini melanggar aturan dan menimbulkan dugaan sarat kepentingan," katanya.

Sebelumnya, Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa langkah PLN tidak boleh berbenturan dengan aturan. Ia berjanji akan memeriksa lagi aturan yang ada sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang disusun pemerintah.

Sejatinya PLTU Jawa 5 adalah porsi untuk swasta. Maka PLN harus melakukan tender ulang untuk memilih Independent Power Producer (IPP)  yang akan membangunnya. "Kami akan teliti lagi aturannya agar jangan berbenturan satu dengan yang lain," tutur Luhut beberapa waktu lalu.

Luhut pun sempat meminta PLN membuat kebijakan yang tidak membingungkan investor. "Masalah tender, masak ada tender harus joint dengan Indonesia Power? Terus kalau ada perubahan-perubahan PLN nggak perlu memberi tahu? Macam apa itu?" ucapnya.

Dirut PLN Sofyan Basir telah menjelaskan bahwa tender ulang akan memakan waktu yang panjang. Di sisi lain, mega proyek 35.000 mw dikejar batas waktu pada 2019. IP yang ditunjuk PLN juga dibolehkan harus menggandeng swasta lain, mengingat nilai proyek yang cukup besar.

"Dipilihnya mitra kerja dalam pembangunan PLTU Jawa 5 kepada Jepang karena selama ini pembangunan pembangkit di Jawa sebagian besar sudah diberikan ke Tiongkok, selain karena mereka menawarkan harga yang kompetitif," ujar Sofyan.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA