Tolak Ukur Kesuksesan Holding BUMN

Inalum Harus Beroperasi di Negara Lain

Media Indonesia    •    Minggu, 03 Dec 2017 16:44 WIB
inalum
Inalum Harus Beroperasi di Negara Lain
Inalum. ANT/Septianda Perdana.

Jakarta: Perusahaan holding PT Inalum yang berisikan tiga perusahaan besar yakni PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, PT Bukit Asam (PTBA) Tbk, dan PT Timah Tbk harus berani berinvestasi di negara lain. Tolak ukur kesuksesan Inalum bukan hanya pembukuan di akhir tahun namun sejauh mana beroperasi di negara lain.


"Secara umum, kalau BUMN ingin mempunyai kinerja yang lebih baik, mereka harus lebih terbuka terhadap kompetisi di tingkatan dunia, bukannya malah cuma menjadi pemain lokal yang ingin menguasai pasar dimestik. Apalagi kalau cuma meminta perlindungan dan perlakuan khusus, ujar Kepala Bidang Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal kepada Media Indonesia, Minggu, 3 Desember 2017.

Menurutnya, Inalum perlu mengikuti kiprah Temasek ataupun Petronas, serta BUMN dari Tiongkok yang menjadi besar karena mereka berinvestasi ke luar negeri dan berani bersaing. Jadi BUMN Indonesia, termasuk pertambangan harus diminta untuk semakin menguasai pasar dunia.

"Kinerjanya jangan hanya diukur dengan pendapatan, tetapi pendapatan atau kinerja di pasar dunia. Kalau cuma pendapatan, yang ada hanyalah meminta keistimewaan di pasar domestik, dengan meminta konsesi atas berbagai situs pertambangan di Indonesia,"katanya.

Inalum seharusnya beroperasi di negara lain. Hal itu yang seharusnya menjadi tolok ukur kinerjanya.

"Jadi yang harus diberikan oleh pemerintah dan DPR bukanlah perlindungan dan konsesi, tetapi dukungan dan instruksi untuk menjadi pemain global," tutupnya.

 




(SAW)