Belum Terjangkau PLN, Pemerintah Langsung Alirkan Listrik ke Daerah Terluar

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 09 Feb 2018 17:25 WIB
listrikplnkementerian esdm
Belum Terjangkau PLN, Pemerintah Langsung Alirkan Listrik ke Daerah Terluar
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana. (FOTO: medcom.id/Annisa Ayu)

Takalar: Pemerintah mengakui PT PLN (Persero) belum memiliki kemampuan cukup untuk mengaliri listrik ke sejumlah daerah yang tergolong 3T (Terpencil, Terluar, Tertinggal).

Oleh karena itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menjelaskan pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membangun terlebih dahulu selagi PLN belum menjangkau daerah tersebut.

"Masyarakat tidak boleh lagi dibiarkan (gelap gulita) seperti itu. Maka Negara hadir dalam bentuk menyediakan listrik yang kebetulan daerah-daerahnya belum bisa dijangkau oleh PLN," kata Rida di Desa Balang Datu, Mappakasunggu, Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat 9 Februari 2018.

Ia mengatakan, perusahaan listrik pelat merah tersebut memang berkewajiban untuk mengaliri strum ke seluruh wilayah Indonesia. Namun karena luasnya wilayah Indonesia hal tersebut menjadi kendala oleh PLN. 

Sedangkan, lanjut Rida, selama 72 tahun Indonesia merdeka masih ada 10 juta jiwa yang saat ini hidupnya masih gelap gulita. Oleh karena itu, negara hadir dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan agar daerah yang gelap gulita menjadi terang.

"Masyarakat yang hidup dalam gelap gulita pada malam hari, saat ini jumlahnya lebih dari 10 juta jiwa. Kalau ada mereka gunakan lampu templok kalau ada minyak tanah," ucap dia.

Ia juga menuturkan, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga mencanangkan semangat Energi Berkeadilan, di mana energi harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia dengan harga yang terjangkau. Salah satunya adalah dengan membangun pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber daya setempat.  

"Masyarakat di Papua, kalau kita tanya butuh apa? Satu kata yang mereka ungkapkan, saya ingin lampu. Lampu itu artinya penerangan, karena selama ini gelap gulita kalau malam hari. Artinya, penerangan dibutuhkan karena akan membuka peradaban," pungkas dia.

 


(AHL)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

1 hour Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA