Reformasi Kebijakan Diyakini Tingkatkan Investasi Migas Indonesia

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 15 Jul 2017 13:12 WIB
migaspaket kebijakan ekonomi
Reformasi Kebijakan Diyakini Tingkatkan Investasi Migas Indonesia
Ilustrasi. (FOTO: MTVN/M. Rizal)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah meyakini dengan mereformasi berbagai kebijakan dan menerbitkan kebijakan baru, akan meningkatkan gairah investasi yang pada semester I-2017 baru mencapai 29 persen.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, IGN Wiratmaja Puja mengatakan dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2017 sebagai revisi Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 rencana penerbitan aturan perpajakan gross split dapat meningkatkan investasi sektor hulu migas.

"Revisi PP 79 sudah. Nanti PP perpajakan gross split. Banyak hal yang kita upayakan supaya masuk hulunya lebih banyak," kata Wirat di Jakarta, seperti diberitakan Sabtu 15 Juli 2017.

Selain dua aturan itu, Wirat juga menyebutkan, pemerintah juga akan membahas aturan mengenai pengembangan migas di laut sangat dalam atau ultra deew water. Menurutnya hal tersebut perlu diterbitkan lantaran tingkat kesulitan? mendapatkan migas laut sangat dalam lebih besar dibandingkan migas laut dalam.

"Deep water yang ultra sedang kita bahas. Kalau deep water biasa sudah dengan gross split. Karena kemarin ada yang dalam lautnya sendiri sudah 3.000 meter jadi memang ekstrem biaya mengebornya," jelas Wirat.




Lebih lanjut, Wirat menuturkan, meskipun pada semester I investasi hulu migas sangat rendah, pemerintah optimistis pada semester II investasi tersebut akan mengalami peningkatan dan mencapai target.

"Investasi itu juga biasanya semester II lebih besar daripada semester I. Kita berharapnya semester II diatasnya sehingga bisa capai 100 persen," pungkas Wirat.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat capaian investasi hulu migas pada semester 2017 masih sangat kecil yakni 29 persen dari target rencana program dan anggaran (WP&B).

Berdasarkan catatan SKK Migas, total investasi di sektor hulu migas tersebut terdiri dari blok eksploitasi sebesar USD3,96 miliar dan blok eksplorasi sebesar USD30 juta.

"Kalau dilihat dari target USD13,8 miliar tapi sampai dengan akhir Juni yang sudah direalisasikan baru USD3,98 miliar. Jadi baru 29 persen dari yang direncanakan," kata Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi.

Amien mengungkapkan capaian sangat kecil dari yang diharapkan. Kecilnya besar investasi di sektor hulu migas akan berimbas pada industri pendukung, industri fabrikasi, industri galangan kapal, dan industri penyedia raw material.


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA