Dirut Pertamina Dukung Pengungkapan Pipa Minyak Patah

   •    Jumat, 13 Apr 2018 09:32 WIB
pertamina
Dirut Pertamina Dukung Pengungkapan Pipa Minyak Patah
Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik (FOTO ANTARA/Sigid Kurniawan)

Balikpapan: Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik menyatakan mendukung penuh proses penegakan hukum yang dilakukan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim). Adapun dukungan itu dalam kasus tumpahan minyak dan kebakaran di laut di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.

"Kami mendukung pengungkapan penyebab patahnhya pipa itu. Kami mendukung penegakan hukum agar masalahnya jadi jelas dan tidak menimbulkan banyak rumor," kata Elia Massa Manik, seperti dikutip dari Antara, di Balikpapan, Jumat, 13 April 2018.

Kejadian tumpahan minyak itu kemudian diketahui disebabkan pipa bawah laut Pertamina di Teluk Balikpapan putus dan bergeser hingga 120 meter dari posisi awalnya. Pipa itu membentang 3,6 km di bawah laut dan menyalurkan minyak mentah dari Terminal Crude di Lawe-lawe ke Kilang Balikpapan dengan tekanan 167 psi.

Rumor atau isu memang bersimpang siur mengenai penyebab kejadian tersebut. Mulai dari minyak berasal dari tumpahan kapal, kebakaran karena minyak dibakar sebagai upaya pembersihan, hingga minyak bukan dari Pertamina.

"Karena itu, biar polisi yang mengungkapkan. Kami dukung itu," tegas Manik.

Manik menambahkan bahwa pipa pengiriman minyak mentah dari Lawe-lawe ke milik Pertamina yang di Teluk Balikpapan tidak memiliki teknologi untuk mendeteksi segala hal kejanggalan operasional pipa minyak.

"Terkadang musibahnya yang datang terlebih dahulu. Ke depan perbaikan sistem jadi keharusan. Kita akan lakukan evaluasi," kata Manik. Direktur Utama Pertamina itu mengunjungi rumah korban tumpahan minyak, mendiang Imam Nurokhim di Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Yustan Alpiani menyatakan bahwa pipa setebal 12,7 milimeter dan berdiameter 20 inci yang patah itu menjadi satu kunci dari pengungkapan kasus yang menewaskan lima orang itu.

"Kami akan terus usahakan agar pipa itu bisa diangkat ke permukaan sesuai permintaan penyidik dari tim Laboratorium Forensik Mabes Polri," pungkasnya.

 


(ABD)