PGN Bangun dan Operasikan 78% Pipa Gas

Husen Miftahudin    •    Jumat, 14 Oct 2016 16:38 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
PGN Bangun dan Operasikan 78% Pipa Gas
Ilustrasi (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Metrotvnews.com, Bandung: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) hingga saat ini telah memiliki infrastruktur pipa gas bumi lebih dari 7.200 kilometer (km). Jumlah tersebut telah mencapai sebanyak 78 persen pipa gas yang telah dibangun dan dioperasikan PGN di Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan, jumlah pipa gas yang berhasil dibangun dan dioperasi PGN itu meningkat jika dibandingkan dengan total panjang pipa akhir 2014 lalu yang mencapai 6.616 km.

"Dengan panjang pipa transmisi dan distribusi gas bumi tersebut, PGN mengoperasikan lebih dari 78 persen pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia," ujar Heri, dalam Workshop Wartawan Industri dengan tema 'Membedah Harga Gas Bumi di Indonesia dan Peluang Optimasi Harga' di Marbella Suites Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/10/2016).

Baca: Anak Usaha PGN Temukan 300 Cadangan Migas Baru Di Gresik

Dia melanjutkan, hingga 2019 PGN akan kembali menambah infrastruktur pipa gas sepanjang 1.680 km. Proyek pembangunan infrastruktur tersebut seperti proyek pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access Muara Bekasi-Semarang, dan pipa distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping.

"Termasuk pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting dan daerah baru lainnya. Semuanya dibangun dengan investasi PGN sendiri tanpa mengandalkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)," papar dia.

Heri Yusup menambahkan, total panjang pipa gas PGN pada 2019 ditarget dapat mencapai 8.656 km. Penambahan infrastruktur gas ini dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Baca: Rupiah Berfluktuasi, PGN Cetak Laba Rp2 Triliun

"Pada 2015, PGN baru menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta MMSCFD. Dari penyaluran gas bumi PGN kepada pelanggan tersebut menciptakan penghematan bagi negara sebanyak Rp88,03 triliun per tahun," pungkas Heri.

 


(ABD)