Oktober, PLN Menerangi 2 Kabupaten di Papua

Annisa ayu artanti    •    Senin, 17 Oct 2016 09:16 WIB
listrikpln
Oktober, PLN Menerangi 2 Kabupaten di Papua
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mencatat ada sebanyak dua kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat yang mendapatkan pelayanan listrik dari PLN. Hal ini dipastikan setelah dilakukannya Serah Terima Operasi (STO) sistem kelistrikan yang ada di daerah tersebut kepada PLN pada 17 Agustus 2016 lalu.

Direktur Bisnis Regional Maluku & Papua Haryanto WS mengatakan, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional pada 27 Oktober 2016 nanti maka terdapat dua kabupaten yang akan dilistriki oleh PLN, yaitu Dekai ibu kota Kab Yahukimo dan Wagete ibu kota Kab Deiyai.

Dengan ditambahnya dua kabupaten, PLN secara penuh mengelola dan mengoperasikan seluruh pembangkit dan jaringan listrik di Papua dan Papua Barat. Sebelumnya, pemerintah daerah (pemda) di 14 kabupaten ini secara mandiri mengelola dan mengoperasikan sistem kelistrikan masing-masing.

Baca: 12 Golongan yang Terkena Kenaikan Tarif Listrik Adjustment

"Karena adanya keinginan masyarakat dan tekad PLN untuk menerangi seluruh nusantara telah mendorong terwujudnya kerja sama ini. Hal ini tidak terlepas dari peran serta pemda setempat untuk melakukan sinergi dalam infrastuktur kelistrikan. Peningkatan rasio elektrifikasi salah satu persembahan PLN untuk rakyat," kata Haryanto, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Haryanto memproyeksikan akan melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem kelistrikan yang ada. Selanjutnya, PLN akan membangun pembangkit dan jaringan distribusi baru dalam rangka memperluas daerah layanan dan meningkatkan rasio elektrifikasi di 14 kabupaten tersebut.

Baca: PLN Janji Salurkan Listrik ke 14 Kabupaten di Papua

"Dari program melistriki 14 kabupaten, PLN mendapatkan penambahan jumlah pelanggan sebanyak 15.795 atau setara dengan peningkatan rasio elektrifikasi di Provinsi Papua dan Papua Barat sebesar 1,67 persen," jelas dia.

Sebagai informasi, secara keseluruhan sampai dengan 2016 rasio elektrifikasi di Provinsi Papua baru mencapai 45,93 persen sedangkan Provinsi Papua Barat sebesar 82,7 persen.

 


(ABD)