Pemerintah Patok Harga Batu Bara USD70/Ton untuk Kelistrikan Nasional

Desi Angriani    •    Jumat, 09 Mar 2018 14:09 WIB
listrikpembangkit listrikbatu baraplntarif listrik
Pemerintah Patok Harga Batu Bara USD70/Ton untuk Kelistrikan Nasional
Suasana konferensi pers mengenai harga batu bara di Kementerian ESDM, Jakarta (Foto: MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara untuk kelistrikan nasional sebesar USD70 per ton dengan nilai kalori 6.322 GAR. Harga tersebut berada di bawah Harga Batu Bara Acuan (HBA) yang saat ini sebesar USD101,86 per ton.

Penetapan harga khusus tersebut berlaku surut sejak 1 Januari 2018 hingga Desember 2019. Artinya, kontrak-kontrak penjualan yang sudah berjalan sejak 1 Januari 2018 akan disesuaikan.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan penentuan HBA ditetapkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 Tentang Harga Batu Bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Penetapan harga tersebut hanya berlaku bagi penjualan kelistrikan nasional. Sedangkan, penetapan harga di luar kepentingan tersebut tetap mengacu pada HBA.

"Kemudian ditetapkan harga kebutuhan batu bara dalam negeri sesuai kebutuhan pembangkit listrik sebesar USD70," kata Agung Pribadi, dalam sebuah jumpa pers, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Apabila nantinya HBA berada di bawah USD70 per ton maka pembelian untuk kebutuhan pembangkit listrik juga akan disesuaikan. Sementara besaran pembayaran royalti dan pajak dihitung berdasarkan harga transaksional. Tetapi jika penjualan ekspor di atas harga pasar, royalti tetap dipatok pada harga HBA sesuai indeks tersebut.

"Misal HBA USD60 maka yang dipakai nanti USD60 untuk pembelian oleh PLN, bagaimana dengan royalti juga mengikuti harga pembelian. Jika dibeli harga USD70, royalti dibayar USD70," tutur Agung.

Agung melanjutkan perusahaan yang menjual batu bara demi kepentingan listrik nasional akan diberikan tambahan produksi sebesar 10 persen apabila memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. "Penetapan harga jual batu bara untuk PLTU tersebut agar tarif tenaga listrik tetap terjaga, demi melindungi daya beli masyarakat dan industri yang kompetitif," tegas dia.

Adapun volume maksimal pembelian batu bara untuk pembangkit listrik tersebut sebesar 100 juta ton per tahun atau sesuai dengan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik.


(ABD)