Dua Penyebab Premium Langka

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 07 Mar 2018 16:41 WIB
pertaminapremiumbph migas
Dua Penyebab Premium Langka
Ilustrasi. (Foto: Antara/Agung Rajasa).

Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan penyebab Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium penugasan langka di beberapa daerah karena permainan dari PT Pertamina (Persero).

Setelah melihat langsung ke lapangan, Anggota Komite BPH Migas Hendry Ahmad mengatakan, tim BPH Migas menemukan dua indikasi penyebab premium langka, yaitu aksi pengitiran atau pengurangan pasokan premium dengan sengaja oleh Pertamina supaya kuotanya cukup hingga akhir tahun.

"Indikasi di lapangan ada dua situasi yang terjadi, pertama ada beberapa wilayah yang karena kekhawatiran tidak cukup sampai akhir tahun, mereka (Pertamina) berusaha mengurangi," kata Hendry di Kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu, 7 Maret 2018.

Kedua, dia melanjutkan, pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) lebih memilih menjual BBM nonsubsidi seperti pertalite dan pertamax dibandingkan premium karena faktor keuntungan yang diperoleh cukup besar.

"Kedua, dari SPBU sendiri karena margin premium lebih kecil dari pertalite atau pertamax, premium marginnya Rp280 per liter, kalau pertalite Rp400. Sebagian penyalur di lokasi tertentu melihat animo masyarakat dialihkan ke pertalite, dia tidak nebus premium, dia minta saja pertalite," beber dia.

Kepala BPH Migas telah memutuskan alokasi volume penugasan kepada Pertamina untuk menyalurkan premium penugasan sebanyak 7,5 juta kl tahun ini di luar wilayah Jawa, Madura, Bali. BPH Migas meminta penyaluran dan alokasi itu bisa terserap sepenuhnya sampai akhir tahun.

 


(AHL)